Masuki Ramadan, BI catat inflasi capai 0,22 persen

Selasa, 22 Mei 2018 | 09:51 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Survei Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) pada pekan ketiga Mei 2018 ini mengalami kenaikan atau inflasi sebesar 0,22 persen secara bulanan pada Mei 2018.

Gubernur BI Agus D.W Martowardojo mengatakan, hasil survei inflasi Mei ini lebih rendah dibandingkan perkiraan berdasarkan survei dua minggu sebelumnya yang mencapai 0,55 persen. Namun, hasil survei inflasi Mei ini lebih tinggi dari realisasi inflasi April 2018 sebesar 0,1 persen.

"Secara tahunan, inflasi ini masih sesuai target di kisaran 3,5 persen. Ini kinerja yang cukup baik, karena terjaga rendah," ujar Agus, akhir pekan lalu.

Kendati begitu, bank sentral menghimbau agar masyarakat tidak melakukan pembelian suatu barang dalam jumlah yang tidak wajar guna membantu menjaga inflasi. Pasalnya, bertepatan dengan momen bulan puasa dan jelang Hari Raya Idul Fitri, masyarakat cenderung membeli barang dengan jumlah tinggi untuk mencukupi kebutuhan.

"Indonesia kalau sudah masuk periode Ramadan atau setelah puasa, biasanya komoditas tertentu tertekan harganya, antara lain daging ayam, bawang merah, dan telur ayam. Masyarakat tidak perlu berbondong-bondong melakukan pembelian yang tidak wajar," katanya.

Untuk itu, BI mengaku akan terus memantau mata rantai bahan pangan bersama pemerintah agar tidak menimbulkan inflasi dari sisi gejolak harga pangan (volatile foods).

Di sisi lain, pernyataan pemerintah yang telah berkomitmen untuk tidak mengerek sejumlah harga yang diatur pemerintah (administered price), diperkirakan Agus akan mampu memberi pengaruh positif pada terjaganya inflasi.

"Jadi target inflasi 3,5 persen plus minus satu persen itu masih on the track (sejalan dengan target)," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: