Move on dari terorisme, HIPMI keliling Jatim kampanyekan Senyum Indonesia

Rabu, 23 Mei 2018 | 16:21 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur menggelar safari Ramadan keliling provinsi tersebut. Selain membawa pesan memperkuat kewirausahaan di kalangan anak muda Jatim, HIPMI juga mengampanyekan tema ”Senyum Indonesia, Damai Negeriku”.

”Jawa Timur belum lama ini kan mengalami tekanan berat dengan serangkaian aksi terorisme. HIPMI ingin mengajak semuanya, khususnya anak-anak muda, untuk menebar kedamaian di negara berbhinneka ini,” ujar Ketua HIPMI Jatim Mufti Anam kepada media, Rabu (23/5/2018).

HIPMI Jatim menggelar rangkaian Safari Ramadan di sejumlah titik, antara lain Probolinggo, Jember, Batu, Bangkalan, Ngawi, Madiun, Kediri, Tulungagung, dan Surabaya. Di kota-kota tersebut, berbagai kegiatan digelar, mulai buka bersama, sahur bersama, santunan anak yatim, tarawih bersama, hingga sharing session kewirausahaan bersama para pengusaha muda di sekitar daerah itu.

Selain itu, HIPMI Jatim juga membagikan ribuan pin “Senyum Indonesia, Damai Negeriku” ke para pengguna jalan dan masyarakat luas untuk menebar pesan perdamaian.

“HIPMI ingin memberi pesan bahwa Jawa Timur baik-baik saja, dan mari berbisnis seperti biasa. Masih banyak agenda bisnis yang harus kita jalankan, termasuk mengajak sebanyak anak muda untuk membangun usaha, untuk jihad ekonomi. Dan itu jangan sampai terganggu dengan aksi terorisme,” kata Anam.

Sekretaris Umum HIPMI Jatim Chandra Purnomo Welyanto menambahkan, safari Ramadhan juga dimanfaatkan untuk sesi berbagi pengalaman berbisnis para pengusaha muda di berbagai daerah.

“Kami saling berbagi pengalaman, sekaligus memperkuat kolaborasi. Harapan kami ini bisa menjembatani para pengusaha muda untuk saling berjejaring, sehingga bisnis makin kuat. Bahkan tidak menutup kemungkinan muncul inisiatif bisnis bersama dari hasil sharing session kewirausahaan ini,” kata Chandra.

Dalam program tersebut juga dipresentasikan sejumlah produk unggulan yang digarap para pengusaha muda di daerah, mulai dari aneka jenis kuliner, kerajinan, agribisnis, hingga fashion.

“Kami ingin terus mendorong spirit kewirausahaan di anak-anak muda Jatim. Ini pekerjaan bersama, dan kami yakin bahwa kewirausahaan akan cukup efektif dalam meredam penyebaran paham radikal ke generasi muda,” tutur Chandra.

Bagikan artikel ini: