RI bebaskan bea masuk impor produk dari Palestina

Rabu, 23 Mei 2018 | 23:04 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Indonesia merumuskan  kerja sama ekonomi Preferential Trade Agreement (PTA) dengan Palestina. Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita telah bertemu Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun untuk membahas lebih lanjut mengenai kesepakatan ekonomi kedua negara.

Pada 17 Desember 2017, Enggar melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dukungan politik dan ekonomi dengan Menteri Ekonomi Palestina Abeer Odeh. Presiden Joko Widodo (Jokowi) kala itu juga telah memberikan pengesahan kesepakatan dalam bentuk Peraturan Presiden Nomor 34 Tahun 2018.

Enggar menjelaskan kedua pihak sepakat untuk membuka pintu perdagangan bebas tarif bagi seluruh komoditas. “Kami menargetkan untuk segera menyelesaikan  PTA, kebanyakan masih perdagangan barang,” kata Enggar di Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Enggar menjelaskan kedua pihak rencananya akan membahas jenis  produk apa saja yang nanti  akan diperdagangka pada bulan depan. Saat ini, pihaknya menunggu pengesahan dari kepala negara Palestina.

Kementerian Perdagangan sebelumnya telah  membuka impor untuk dua komoditas Palestina tanpa dikenakan tarif, yaitu kurma dan minyak zaitun. “Kami membuka pintu untuk semua produk Palestina, begitu juga mereka,” ujar Enggar.

Selain di sektor perdagangan dan politik, dukungan Indonesia  untuk Palestina juga akan difokuskan untuk sektor pendidikan. Salah satunya, lewat pemberian beasiswa bagi pelajar Palestina di Universitas Gajah Mada.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun  pun berterima kasih atas inisiasi pemerintah Indonesia, terutama dalam peningkatan kerja sama bilateral. “Kami akan mendiskusikan produk dagang dan memanfaatkan peluang untuk hubungan yang lebih baik,” katanya.

Data Kementerian Perdagangan mencatat, sepanjang 2017  ekspor Indonesia ke Palestina mencapai sebesar US$ 2,057 juta dengan beberapa komoditas andalan sepeperti kopi, teh, pasta, roti, parfum, dan sabun. Sementara untuk impor, Indonesia pada tahun lalu telah mendatangkan kurma Palestina senilai US$ 341.000.kbc11

Bagikan artikel ini: