Tim TPID Jatim terus awasi stok dan bergerakan harga pangan di Jatim

Rabu, 23 Mei 2018 | 23:11 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Memasuki bulan Ramadan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Timur terus melakukan pengawasan terhadap stok dan pergerakan komoditas bahan pangan di wilayah Jawa Timur. Hal ini dilakukan karena momen puasa dan lebaran seringkali memicu pergerakan harga semakin tinggi karena naiknya permintaan.

“Pasokan bahan pangan strategis untuk momen Ramadhan dan Lebaran terpantau aman. Sejak awal puasa kemarin, TPID Jawa Timur telah melakukan sejumlah langkah untuk menjaga kestabilan harga. Salah satunya dengan melakukan Gerakan Stabilisasi Pangan dengan Perum Bulog,” ujar Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Harmanta di Surabaya, Rabu (23/5/2018).

Untuk itu, pada Ramadhan dan lebaran kali ini, Tim TPID Jatim mengimbau agar masyarakat Jawa Timur tidak khawatir kekurangan stok komoditas bahan pangan pokok. TPID memastikan hal tersebut. "Stok komoditas pangan kita aman sampai dengan beberapa bulan ke depan,' tegasnya.

Data Dinas Pertanian Jatim menunjukkan bahwa sejumlah komoditas pangan terpantau mengalami surplus, diantaranya beras dengan perkiraan produksi selama sub round I (Januari hibmngga April 2018) mencapai sebesar 3,88 juta ton. Sementara kebutuhan selama 4 bulan mencapai sebesar 1,18 juta ton atau surplus 2,69 juta ton yang mencukupi untuk kebutuhan 9 bulan ke depan. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah mengingat musim panen gabah yang baru berakhir di bulan April lalu.

 Sementara untuk komoditas jagung, produksinya mencapaiv1,71 juta ton pipilan kering dengan kebutuhan konsumsi selama 4 bulan sebesar 40.908 ton atau surplus 1,67 juta ton.Keperluan bawang merah selama 4 bulan sebesar 35.960 ton dan perkiraan produksinya 1 13.584 ton, mencatatkan surplus 77.625 ton. Surplus tersebut cukup untuk kebutuhan 8,6 bulan ke depan.

“Konsumsi cabai rawit merah sebesar 15.636 ton untuk 4 bulan dan perkiraan produksi 40.145 ton, mencatatkan surplus 24.51 0 ton. Sementara, kebutuhan cabai merah besar selama 4 bulan sebesar 14.044 ton tertutupi dengan produksi sebesar 19.239 ton yang menghasilkan surplus 5.195 ton,” tambahnya.

Untuk bawang putih dan kedelai, masyarakat pun tak perlu khawatir karena pemerintah telah melakukan impor kedua komoditas tersebut dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga stok keduanya pun dipastikan aman.

Kendati stok mencukupi, TPID Jawa Timur menyadari bahwa harga sejumlah komoditas terpantau mengalami kenaikan seiring dengan peningkatan permintaan menjelang Ramadhan. Kenaikan tersebut diyakini masih berada dalam batas wajar dan bahkan beberapa diantaranya mulai memperlihatkan kecenderungan menurun. Sampai dengan tanggal 21 Mei 2018, berdasarkan pantauan harga SISKAPERBAPO, harga telur ayam ras yang selama beberapa waktu terakhir memperlihatkan kenaikan, kini mulai menurun. 'Berdasarkan historisnya, mendekati pertengahan bulan Ramadhan harga telur ayam diperkirakan akan mengalami penurunan," tutur Harmanta.

Harga daging ayam ras juga masih mengalami kenaikan, namun demikian data Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menyebutkan bahwa Stok daging ayam ras dan telur ayam ras tercatat aman.

Menyikapi potensi meningkatnya tekanan harga pada Ramadhan dan menjelang Lebaran, TPID Jawa Timur secara proaktif melakukan berbagai langkah antisipatif guna menjaga stabilitas harga, diantaranya Gerakan Stabilisasi Harga Pangan (GSHP) di sejumlah out/et Rumah Pangan Kita (RPK), pasar tradisional dan berbagai lokasi Iain.

Selain itu, dilakukan juga Operasi Pasar Mandiri, Pemberian OP Subsidi, Pasar Murah di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, monitoring Stok dan pengawasan barang beredar, serta program angkutan mudik balik gratis untuk transportasi laut, bus, kereta api dan pengangkutan sepeda motor.

“TPID Jawa Timur meyakini, dengan sejumlah langkah yang diambil, inflasi Jawa Timur tetap akan dapat terkendali pada periode Ramadhan dan lebaran 2018,” tegasnya.

Karena tanpa disadari, pola konsumsi yang berlebihan dan ekspetasi tersebut telah memicu kenaikan harga yang berakibat merugikan masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk tidak panic buying dan membeli barang secukupnya/sewajarnya, sehingga dapat meminimalisir potensi risiko spekulan dalam mempermainkan harga. Bersama-sama warga Jawa Timur menjaga kestabilan harga dalam Ramadhan dan lebaran tahun 2018 ini.kbc6

Bagikan artikel ini: