Dihadang digitalisasi, ini yang dilakukan pebisnis ritel

Kamis, 24 Mei 2018 | 10:52 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Di tengah digitalisasi dan industri e-commerce dan startup, pengusaha ritel dituntut untuk bisa bersaing agar tidak kehilangan konsumennya. Kreativitas dan inovasi menjadi dua hal penting bagi pengusaha ritel untuk tetap bisa bersaing saat ini.

Ketua Bidang Komunikasi dan Media Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Fernando Repi menjelaskan bahwa kedua cara itu sedikit demi sedikit mulai diaplikasikan oleh para pengusaha ritel lokal.

"Salah satu ritel sudah siapkan counter tanpa kasir. Ini kan berarti dia sudah mengefisiensikan operasionalnya, mengurangi biaya tenaga kerja. Itu saya yakin ke depan semua akan begitu tinggal dilihat strategi masing-masing pengusaha ritel kayak gimana," kata Fernando di Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Inovasi lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan mengintegrasikan ritel dengan bisnis lainnya seperti yang dilakukan oleb Transmart.

Fernando menilai, langkah yang dilakukan Transmart dengan mengintegrasikan hiburan dan pengalaman belanja pada satu tempat merupakan langkah yang baik dalam berinovasi.

"Transmart ekspansi bikin integrated entertainment, ada belanja, bioskop, ada factory outlet, dan trans studio mini itu bisa saja, sah-sah saja. Masing-masing ritel punya strategi tapi kuncinya adalah dua tadi, efisiensi efektivitas dalam pengoperasian toko dan inovasi," sebut dia.

Inovasi lainnya yang saat ini dan ke depannya bisa dilakukan pengusaha ritel offline adalah dengan memanfaatkan big data. Fernando menerangkan, big data akan berguna bagi pengusaha ritel mengetahui kebiasaan berbelanja dari masing-masing profil individu yang datang ke ritelnya.

"Dengan begitu maka pengusaha ritel bisa tahu kategori umur berapa belanja apa dan dari pihak ritel bisa kasih diskon langsung untuk konsumennya itu dan juga bisa mint supplier untuk kasih diskon," sambungnya.

Fernando menambahkan, Aprindo telah mendorong anggotanya untuk melakukan kreativitas dan inovasi pengembangan bisnisnya agar persaingan bisa berlangsung dengan baik.

"Kalau Aprindo ini sebenarnya kan lebih ke menjembatani kepentingan bisnis ritel ke regulator, tetapi kalau inovasi kita mendorong anggota kita untuk terus maju," kata  Fernando. kbc10

Bagikan artikel ini: