Kebutuhan uang tunai masyarakat Jatim saat puasa dan Lebaran 2018 diperkirakan Rp15,1 triliun

Kamis, 24 Mei 2018 | 15:42 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2018, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur memperkirakan adanya peningkatan kebutuhan uang tunai sebagai dampak dari peningkatan transaksi di masyarakat dan libur lebaran yang berlangsung lebih panjang daripada tahun sebelumnya.

“Khusus periode Ramadhan diperkirakan kebutuhan akan uang tunai meningkat sebesar 15,3 persen menjadi Rp 15, 1 triliun dibandingkan periode 2017 sebesar Rp 13,1 triliun. "tutur Deputi Kepala Pervvakilan Bank Indonesia Provinsi Javva Timur, Yudi Harymukti, Surabaya, Kamis (24/5/2018).

Namun demikian, ia mengimbau masyarakat Surabaya untuk tidak khawatir dengan kecukupan uang rupiah selama periode Ramadhan Idul Fitri 2018. Bank Indonesia siap melayani kebutuhan uang tunai dan sistem pembayaran masyarakat selama Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1429 H/Tahun 2018.

Di samping itu, untuk melayani dan memenuhi kebutuhan uang pecahan kecil, KPw BI Jatim telah melakukan langkah-langkah antisipatif melalui koordinasi dengan perbankan dan pihak terkait lainnya untuk melakukan layanan penukaran kepada masyarakat. Beberapa pelayanan penukaran uang tersebut adalah penukaran uang di out/et perbankan, penukaran uang bersama perbankan di lapangan MAKODAM Bravvijaya V Surabaya serta dan layanan di rest area pada sejumlah ruas jalan tol.

'Kita telah bekerjasama dengan 66 perbankan untuk membuka layanan penukaran di lebih dari 300 out/et perbankan yang memasang spanduk layanan penukaran di wilayah Surabaya dan sekitarnya, " lanjut Yudi.

Layanan perbankan tersebut berlangsung setiap hari Selasa sampai dengan Kamis pada tanggal 22 Mei hingga 7 Juni 2018. Layanan penukaran melalui perbankan serupa berlangsung pula di kabupaten dan kota seluruh wilayah Jawa Timur yang memasang spanduk layanan penukaran.

Selain melalui outlet perbankan, Bank Indonesia bekerjasama dengan 12 bank di wilayah Surabaya membuka layanan penukaran uang bersama di Lapangan Makodam Brawijaya V Surabaya pada tanggal 24 dan 30 Mei serta 5 hingga 7 Juni 2018 pada pukul 09.00 sampai 11.30 WIB dengan jumlah maksimal penukar setiap hari adalah 1300 orang.

Tidak hanya itu, sebagai inovasi baru di tahun ini, Bank Indonesia juga menyediakan “Layanan Gerak Perbankan" dimana masyarakat dapat menukarkan uang di 1 2 (dua belas) rest area jalan tol, yaitu Surabaya-Mojokerto, Ngawi-Kertosono, Mojokerto-Jombang dan SurabayaGempol setiap hari Selasa dan Kamis mulai tanggal 8 Mei hingga  30 Juni 2018. Nilai maksimal yang dapat ditukarkan oleh satu orang adalah sebesar RP 3,7 juta yang mencerminkan masing-masing satu paket pecahan mulai dari pecahan RP 2.000,00 hingga Rp 20.000.

“Untuk mendapatkan layanan penukaran ini, masyarakat pun cukup hanya membawa Kartu Tanda Pengenal (KTP). Agar kenyamanan dan keamanan penukaran uang dapat terjaga, kami mengimbau masyarakat agar menukar uang di tempat-tempat penukaran resmi, baik yang diselenggarakan oleh BI bersama dengan perbankan maupun pihak lain yang ditunjuk oleh BI untuk menghindari risiko uang palsu dan kemungkinan selisih serta tidak melakukan penukaran uang secara berlebihan," lanjut Yudi.

Tak lupa pula, Yudi mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam melakukan transaksi dengan meneliti ciri-ciri keaslian uang dengan metode 3D (Dilihat Diraba Diterawang). BI juga mendorong masyarakat untuk memperlakukan dan merawat rupiah dengan baik melalui metode 5 Jangan: Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi.

Bank Indonesia juga menghimbau masyarakat untuk dapat menggunakan alat pembayaran non tunai dalam bertransaksi serta mendorong perbankan untuk memperluas penggunaan instrumen pembayaran non tunai dan ekosistem non tunai.

Selain itu juga, Perbankan diminta untuk tetap mengoptimalkan pengelolaan uang dan menjaga ketersediaan uang tunai di seluruh ATM khususnya menjelang Ramadhan/ldul Fitri 2018. "Dengan alat pembayaran non tunai, transaksi dapat berjalan lebih mudah, efisien dan aman," pungkas Yudi.kbc6

Bagikan artikel ini: