Teror bom bikin masyarakat kian sadar pentingnya asuransi

Jum'at, 25 Mei 2018 | 21:44 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Ketidaknyamanan dan keresahan yang dirasakan masyarakat Surabaya paska teror bom bunuh diri di sejumlah lokasi di Surabaya dan Sidoarjo ternyata menyebabkan semakin tingginya kesadaran masyarakat tentang pentingnya asuransi sebagai alat perlindungan diri.

 “Ada dampaknya, masyarakat akhirnya mulai sadar bahwa asuransi itu penting. Karena asuransi itu bisa melindungi diri saat terjadi hal yang tidak diinginkan, misal kecelakaan di luar jam kerja atau kematian,” ujar Kepala Kantor Wilayah Surabaya PT Jiwasraya, Dwi Laksito di Surabaya, kamis (24/5/2018) petang.

Selama ini masyarakat dinilai kurang peduli untuk mengikuti program asuransi padahal premi yang harus dibayar sangat murah. Misalnya produk perlindungan atai proteksi diri di Jiwasraya untuk individu, preminya hanya sekitar Rp 50 ribu per tahun.

“Ini beda dengan asuransi ketenagakerjaan, kalau asuransi ketenagakerjaan hanya mengcover kasus yang terjadi sepanjang jam kerja. Di luar itu, mereka tidak mau mengcover. Dengan mengikuti program ini, maka kita akan merasa aman sebab tidak menutup kemungkinan kita mengalami kecelakaan di rumah atau di luar jam kerja,” ungkapnya panjang lebar.

Karena masih belum banyak masyarakat yang sadar, wajar jika kontribusi pasar ritel asuransi pada kinerja Jiwasraya masih sangat kecil. Jumlah pembayaran premi untuk ritel dari Januari hingga April 2018 di wilayah Surabaya hanya sekitar Rp 30 miliar dari total realisasi sebesar Rp 270 miliar. Sementara kontribusi terbesar masih disumbang pasar korporasi yang mencapai Rp 240 miliar. Realisasi ini dipandang cukup bagus karena jika dibanding dengan tahun lalu pada periode yang sama telah mengalami kenaikan sebesar 40 persen.

Kalau dilihat dari jumlah nasabah atau peserta asuransi, nasabah korporasi mencapai sekitar 70 ribu nasabah dari total jumlah perusahaan mencapai 70 perusahaan. Sedangkan nasabah ritel hanya mencapai sekitar 12 ribu nasabah.

“Tahun ini kami mulai konsentrasi garap pasar ritel. Targetnya, hingga akhir tahun 2018 nilai premi yang berhasil dikumpulkan dari sektor ritel mencapai Rp 360 miliar dari total target selama setahun sebesar Rp1,2 triliun,” ungkapnya.

Untuk mencapai target tersebut, PT Jiwasraya telah melakukam rekruitmen agen, utamanya dari kalangan mahasiswa. Beberapa Universitas yang telah bermitra dengan Jiwasraya diantaranya adalah Universitas  International Semen Indonesia (UISI), Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, ITS Surabaya dan minggu depan dengan Perbanas. Saat ini, jumlah agen yang bergabung dengan Jiwasraya mencapai di kota Surabaya ada sekitar 400, sementara untuk wilayah Surabaya yang meliputi 14 kota dan kabupaten mencapai 1.250 agen.

“Kami masih butuh sekitar 800 agen lagi untuk menggenjot kinerja. Karena karakter pasar ritel ini unik. Tiap nasabah tidak sama permintaannya, setiap eksekusi per orang beda. Apalagi mahasiswa ini kan lima tahun yang akan datang akan menjadi pengambil keputsan,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: