Pasar properti kurang bergairah, Harun Hajadi: Pengembang harus kreatif agar dilirik konsumen

Sabtu, 26 Mei 2018 | 00:08 WIB ET

SIDOARJO, kabarbisnis.com: Pasar properti di Tanah Air menghadapi sejumlah kendala yang diprediksi akan menghambat kinerja. Selain memasuki tahun politik yakni Pilkada di 2018 dan Pilpres/Pileg pada 2019, juga suku bunga kredit perbankan yang dibayangi bakal ada kenaikan.

Namun demikian, hal tersebut tak terlalu dirisaukan manajemen Ciputra Group. Pengembang raksasa ini justru sangat optimistis dengan kinerja di tahun ini, bahkan lebih baik dibanding tahun lalu.

Di sela melakukan sidak atas dirampungkannya proyek flyover atau jalan layang di perumahan Citra Harmoni, Sidoarjo, Jumat (25/5/2018), Managing Director Ciputra Group, Harun Hajadi menuturkan, sepanjang kuartal I tahun 2018 lalu penjualannya mengalami pertumbuhan sekitar 40 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

"Selain kita memiliki keunggulan produk, juga ada beberapa proyek baru yang kita launching di kuartal I lalu. Itu yang membuat penjualan kita naik signifikan," katanya.

Oleh karenanya, Harun optimistis tahun 2018 ini juga akan lebih baik dibanding tahun 2017 lalu.

"Kami melihat potensi yang besar di tahun 2018. Terlihat lebih tinggi dibanding tahun 2017, yang kemarin mencapai pertumbuhan 13 persen," ungkapnya.

Di tahun 2018 ini, pihaknya optimis Ciputra Group bisa mencapai pertumbuhan hingga 18 persen. Tahun 2017 lalu, Ciputra Group mencatat penjualan sebesar Rp 7,45 triliun. Sementara tahun ini ditargetkan bisa membukukan penjualan sebesar Rp 8,5 triliun.

"Kami optimis. Memang proterti tidak sedang booming. Tapi ini biasa atau stabil, karena memang seperti ini yang diperlukan," ungkap Harun.

Apalagi saat ini, pihaknya terus agresif melakukan pengembangan proyek dengan menyelesaikan pembangunan yang sudah ada. Selain itu juga menyediakan produk yang lebih beraneka macam dan mampu menarik konsumen untuk belanja properti.

Pengembang yang kreatif dalam produk, harga dan fasilitas akan mampu bertahan di tengah kondisi pasar yang memang tidak booming. Salah satunya di perumahan Citra Harmoni, yang dinilainya kreatif baik dari sisi produk yakni cluster bertema, juga fasilitas.

"Tapi juga tidak krisis. Jadi kreatif memang menjadi tuntutan untuk bisa mendapatkan konsumen yang lebih berkembang," lanjut Harun.

Sementara itu terkait belanja modal alias capital expenditure (capex) tahun 2018, Harun bilang, Ciputra Group menganggarkan sebesar Rp 2 triliun. Jumlah itu akan menjadi modal untuk biaya pembangunan proyek-proyek yangsudah berjalan.

Saat ini proyek Ciputra Group yang paling banyak memerlukan modal untuk capex adalah proyek reklamasi pantai Losari di Makassar, Sulawesi Selatan. Sedangkan proyek di Surabaya dan Sidoarjo dari Ciputra Group memberi kontribusi sekitar 30 persen.

"Capex itu lebih banyak untuk pembiayaan proyek-proyek yang sudah existing. Sementara untuk pembelian lahan tidak banyak, hanya sekitar 15 persen," ulas Harun.

Flyover Citra Harmoni beroperasi

Sementara itu dalam kesempatan yang sama jajaran Direksi Ciputra Group juga meninjau beroperasinya jalan layang di atas lintasan rel kereta api, yang menghubungkan kawasan hunian dengan area komersial yang berlokasi di jalan Raya Krian-Surabaya.

General Manager Citra Harmoni, Hartono Winarko mengatakan, proyek Fly Over ini merupakan nilai tambah bagi Citra Harmoni. Baik dari posisi yang persis berada di Jalan Raya Surabaya-Krian, maupun mampu meningkatkan harga dari produk landed house yang ada di Citra Harmoni.

"Invetasi pembangunan fly over ini mencapai Rp 14 miliar. Pembangunan sejak 8 bulan lalu, dan jika saat ini kisarannya Rp 4,5 juta - Rp 5 jutaan per meter persegi, dengan tersambungnya flyover ini nantinya harganya akan melonjak jadi Rp 7 juta - Rp 8 jutaan," ungkap Hartono.

Dipaparkannya, dengan sudah dioperasikannya flyover tersebut, bukan saja akan meningkatkan nilai properti, namun juga akan mengubah gerbang utama perumahan CitraHarmoni ke sisi area komersial Harmoni City Center (HCC).

"Tak hanya itu, kami juga sudah mempersiapkan satu kluster baru yakni Rottterdam 3, sebagai kelanjutan dari Rotterdam 1 dan Rotterdam 2 yang mendapat animo luar biasa dari konsumen," ungkap Hartono.

Sekadar diketahui, perumahan CitraHarmoni sendiri berkonsep kawasan mandiri berfasilitas tempat ibadah, sekolah, waterpark, sarana olahraga, kesehatan, pusat kuliner, supermarket, children playground, dan area komersial. kbc7

Bagikan artikel ini: