Tingkatkan standar pengalaman pelanggan, Cathay Pacific pilih teknologi Cloud Hybrid dari Red Hat

Sabtu, 26 Mei 2018 | 18:59 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan menjadi salah satu hal utama bagi sebuah perusahaan maskapai. Kali ini, penyedia solusi open source terkemuka di dunia, Red Hat, Inc. mengumumkan bahwa Cathay Pacific, maskapai penerbangan internasional terkemuka, menggunakan solusi dan layanan Red Hat untuk mentransformasi infrastruktur lama mereka menjadi arsitektur cloud hybrid modern.

Dengan menggunakan Red Hat OpenStack Platform dan Red Hat OpenShift Container Platform, Cathay Pacific menciptakan suatu platform yang lebih efisien dan skalabel untuk mengembangkan dan menghadirkan berbagai layanan baru. Ini yang memungkinkan maskapai menciptakan keseluruhan pengalaman yang lebih baik bagi para pelanggan mereka.

Senior Vice President, Engineering, Red Hat, Matt Hicks mengatakan, secara global, industri penerbangan merupakan salah satu industri yang paling kompetitif dan berfokus pada pelanggan. Untuk itu, menjadikan pengalaman pelanggan sangat penting sebagai pembeda layanan yang dapat dipasarkan.

”Dengan mentransformasi infrastruktur mereka secara digital melalui teknologi cloud-native terkemuka dari Red Hat, Cathay Pacific tidak hanya dapat memberikan nilai lebih kepada pelanggan mereka dengan lebih cepat, tetapi juga telah merestrukturisasi kemampuan TI perusahaan agar mampu bersaing dengan lebih baik dalam memenuhi tuntutan bisnis di masa mendatang,” katanya melalui siaran persnya, Sabtu (26/5/2018).

Berbasis di Hong Kong, Cathay Pacific merupakan maskapai penerbangan internasional yang menawarkan layanan penerbangan komersial dan kargo ke-200 destinasi di 52 negara dan wilayah di seluruh dunia. Kemampuan digital merupakan fungsi penting dari strategi bisnis untuk perkembangan perusahaan, di mana pusat dari inisiatif ini adalah penekanan pada pengalaman pelanggan yang responsif dan mudah beradaptasi.

Infrastruktur lawas dan proses pengembangan Cathay Pacific menimbulkan suatu tantangan, sehingga sulit bagi maskapai ini untuk mempertahankan tingkat kinerja yang tinggi dari sistem internal dan aplikasi-aplikasi yang berkaitan dengan pelanggan. Sistem maskapai ini sebelumnya tidak fleksibel dan memakan waktu yang lama untuk dimodifikasi, sehingga memaksa perusahaan untuk menangani peningkatan level beban teknis yang didedikasikan untuk pemeliharaan sistem, serta untuk memastikan bisnis tetap berjalan.

Dengan menggunakan teknologi-teknologi kelas enterprise berbasis standar terbuka dari Red Hat dan dipandu oleh para teknisi ahli Red Hat, Cathay Pacific bermigrasi dari infrastruktur lama ke arsitektur cloud hybrid, yang terdiri dari lingkungan cloud pribadi yang mencakup Red Hat OpenStack Platform yang dapat menyediakan beban kerja sesuai kebutuhan ke lini cloud publik.

Red Hat OpenShift Container Platform menjembatani infrastruktur tersebut ke cloud publik, yang mendukung lebih dari 50 aplikasi terkait konsumen. Dengan Red Hat OpenShift Container Platform, Cathay Pacific mampu menjalankan beragam aplikasi dengan cara yang lebih sederhana di seluruh infrastruktur hybrid-nya dan dapat menambah atau mengurangi sumber daya komputasi sesuai permintaan.

Selain Red Hat OpenStack Platform dan Red Hat OpenShift Container Platform sebagai fondasi dari cloud hybrid-nya, Cathay Pacific telah menerapkan teknologi-teknologi Red Hat tambahan, termasuk Red Hat CloudForms mengelola arsitektur baru Cathay Pacific di seluruh lingkup TI perusahaan. Red Hat Ansible Tower juga membantu Cathay Pacific mengotomatisasi pengembangan lingkungan baru dan menstandardisasi permintaan perubahan, sehingga mampu mengurangi jumlah kesalahan sekaligus mengurangi keseluruhan waktu penyediaan.

Red Hat Enterprise Linux, platform Linux kelas enterprise terkemuka di dunia, menyediakan fondasi Linux yang skalabel, lebih aman, dan penuh dukungan bagi infrastruktur Cathay Pacific; dan Red Hat Satellite menyediakan cara yang lebih sederhana bagi Cathay Pacific untuk menjaga infrastruktur Red Hat berjalan secara efisien, diperbarui dengan patch keamanan, dan sesuai dengan berbagai standar industri.

Dengan arsitektur TI yang baru, Cathay Pacific mampu menghadirkan beragam layanan baru bagi para pelanggan dan dapat menyesuaikan infrastruktur secara lebih baik guna memenuhi tuntutan aplikasi yang terus berkembang. Throughput untuk penerapan aplikasi telah meningkat hingga 10 kali lipat, dari 20 hingga 200 perubahan per hari, baik untuk lingkungan produksi maupun non-produksi, dengan downtime pengguna akhir yang nyaris tidak ada dalam pembaruan ini.

Selain itu, lingkungan cloud yang baru telah menyebabkan berkurangnya lingkup infrastruktur dalam hal biaya hardware, pemeliharaan, dan operasi. Dengan peningkatan efisiensi dan pemanfaatan sumber daya yang lebih baik, Cathay Pacific telah menurunkan total biaya kepemilikan bagi lingkungan produksinya.

Red Hat Consulting membantu Cathay Pacific hampir dalam setiap langkah, mulai dari sesi penemuan awal hingga mengidentifikasi persyaratan dan dukungan bisnis hingga ke implementasi teknologi. Bekerja sama dengan Red Hat Consulting juga memberi Cathay Pacific dukungan dan pelatihan ahli secara langsung selama migrasi, termasuk dukungan berkelanjutan sesuai kebutuhan.

General Manager, IT Infrastructure and Operations, Cathay Pacific Airways Limited, Kerry Peirse menegaskan, pihaknya ingin berinvestasi dalam teknologi yang akan mendorong apa yang paling penting bagi para pelanggan, pengalaman end-to-end mereka bersama Cathay Pacific. Solusi Red Hat telah memungkinkan pihaknya untuk memberikan nilai kepada pelanggan dengan lebih cepat, dengan peningkatan kinerja dan stabilitas.

”Arsitektur baru ini juga memberikan tim TI kami lebih banyak waktu untuk melakukan apa yang paling penting bagi kami, yaitu berinovasi dan menghadirkan nilai lebih bagi para pelanggan,” tambahnya. kbc7

Bagikan artikel ini: