Biaya operasional membengkak, maskapai minta tarif batas bawah dinaikkan

Rabu, 30 Mei 2018 | 13:50 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pengusaha Penerbangan meminta pemerintah menaikkan batas bawah dari harga tiket pesawat. Alasannya, mereka menilai ada kenaikan biaya operasional yang harus ditanggung oleh perusahaan penerbangan.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Inaca) Pahala N Mansury mengatakan, baik dari Inaca maupun Maskapai Garuda Indonesia telah mengajukan penyesuaian tarif batas tersebut sejak pertengahan 2017.

"Sekarang tarif batas bawah 30% dari tarif batas atas, kita berharap dilakukan penyesuaian kembali lagi seperti sebelumnya 40% dari tarif batas atas," ujarnya di Jakarta.

Pahala menjelaskan, 90% pengeluaran dilakukan dalam mata uang dolar AS, dan 30% porsi biaya operasional adalah untuk pembelian avtur, sehingga, kenaikan biaya operasional saat ini mencapai 17% dengan depresiasi mata uang 4%-5%.

"Pengeluaran kita hampir semua dalam dolar, sementara pendapatan dalam rupiah, jadi tidak berimbang. Tahun lalu harga avtur itu lebih rendah 29%, sekarang lebih mahal 12%," ucapnya.

Saat ini, Pahala mengatakan pihaknya tengah berharap dan menunggu hasil kajian serta evaluasi pemerintah untuk pengajuan kenaikan tarif batas tersebut.

Namun, dia menambahkan, untuk musim ramai mudik Lebaran ini, masih menggunakan tarif lama.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso belum akan mengkaji kenaikan tarif batas bawah karena masih menunggu tren harga bahan bakar serta fluktuasi nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS hingga tiga bulan ke depan.

"Kita tunggu hingga kenaikan 10%, baru kita evaluasi," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: