Ekspansi bisnis, WIKA garap proyek tol di Filipina

Rabu, 30 Mei 2018 | 15:28 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Wijaya Karya (WIKA) menandatangani nota kesepahaman bersama atau MoU (Memorandum of Understanding) dengan Citra Consortium yang terdiri dari PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk, PT Citra Persada Infrastruktur, dan CLGP Philipine Holding Inc. MoU ini dibuat untuk proyek jalan tol Manila-Taguig Express Way (MTEx).

Direktur Utama Wika Tumiyana mengatakan, pembangunan proyek tol di Filipina itu akan semakin memperkuat portofolio Wika di pasar luar negeri.

“Kami menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman bersama ini untuk memperkuat eksistensi Wika di Filipina” ujar Tumiyana usai penandatanganan nota kesepahaman bersama proyek MTEX di Manila, Filipina, dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Penandatanganan itu disaksikan langsung Menteri BUMN Rini Soemarno serta Direktur Utama PT Citra Persada Infastruktur, Indrawan Sumantri.Turut hadir pada acara ini, antara lain, Sekretaris Menteri BUMN Imam Apriyanto Putro; Kepala Bidang Ekonomi Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Republik Filipina, Hidayat, Deputi bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo, Deputi bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno, para Direktur Utama BUMN, PT INKA, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Tumiyana mengatakan, proyek MTEx akan dibangun dengan konstruksi melayang 18,18 kilometer di sepanjang tepian Sungai Pasig.MTEx nantinya akan menghubungkan antara Metro Manila Skyway Stage 3 dan Metro Manila Expressway ke jantung Kota Pasig, Makati dan Manila.

Tidak hanya MTEx, di Filipina Wika juga ikut membangun rekonstruksi Clarin Bridge di Bohol, Filipina.Dalam proyek itu Wika bekerja sama dengan perusahaan lokal Filipina VT Lao Construction dengan nilai kontrak 445,8 juta Peso Filipina.

"Jembatan sepanjang 104 meter ini ditargetkan akan selesai pada Oktober 2019 dan diharapkan akan mempermudah akses menuju daerah pariwisata serta mempercepat arus mobilisasi barang dan jasa di Provinsi Bohol," tukas Tumiyana.

Di tempat yang sama, Direktur Operasi III Wika Destiawan Soewardjono mengatakan ekspansi perseroan di kawasan ASEAN sudah terjadi beberapa tahun terakhir.Sebelum di Filipina, Wika juga ikut mengerjakan proyek-proyek strategis seperti Limbang Cable Stay Bridge, Malaysia (2018), dan Maubin Pyapon Road Rehabilitation Project, Myanmar (2017).

Wika juga cukup ekpansif dalam pengerjaan beberapa proyek di Timor Leste seperti Construction of New Steel Bridge 100 m, Soibada (2017), Road Rehabilitation JCT A09 Package 1 Municipio de Manatutu (2017), dan Construction of Natar Bora Road Package 1 & 2 (2017).

Destiawan menyebut pengembangan bisnis Wika di luar negeri masih sangat besar seiring masifnya proyek konstruksi di berbagai negara.“Terpilihnya Wika sebagai kontraktor pada proyek-proyek infrastruktur di beberapa negara ASEAN menunjukkan adanya pengakuan bahwa kualitas dan daya saing BUMN Karya Indonesia dapat diandalkan,” pungkasnya. kbc11

Bagikan artikel ini: