Wajib tersedia di SPBU Jamali, kuota Premium ditambah 4,3 juta KL

Kamis, 31 Mei 2018 | 10:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah telah memutuskan untuk menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium sebanyak 4,3 juta kiloliter (KL) hingga akhir tahun 2018. Tambahan tersebut untuk mengisi kebutuhan di wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali). Artinya, semua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kawasan ini wajib menjual Premium.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan, kuota tambahan Premium sebanyak 4,3 juta KL tersebut telah diputuskan dalam sidang komite. Dengan demikian maka total kuota Premium hingga akhir tahun sebanyak 11,8 juta KL.

"Itu kan hasil sidang komite tadi. Sudah putus tadi pagi ya jadi kita totalnya di Indonesia JBKP (Jenis BBM Khusus Penugasan) Jamali non Jamali jadi 11,8 juta," kata pria yang akrab disapa Ivan di DPR, Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Ivan mengatakan, nantinya tambahan Premium ini untuk didistribusikan ke SPBU yang ada di Jamali. Untuk tahap pertama, pendistribusian akan dilakukan ke 571 SPBU.

"Kan (non Jamali) 7,5 juta KL, ditambah ini (Jamali) 4,3 juta KL tadi sudah kita hitung terhadap lebih kurang ya 2.090 SPBU. Sejak mulai hari ini ya. Sampai nanti Desember," jelasnya.

Dia mengatakan, Pertamina harus bisa menyediakan Premium di SPBU-SPBU yang dilintasi jalur mudik nanti. Mulai dari tol, hingga jalan nasional seperti jalur pantai utara (Pantura) dan selatan (Pansela).

"Yang jelas meminta Pertamina harus itu apalagi Lebaran ini musti ada yang di tol. Semua tol wajib mesti ada Premium. Kemudian jalan-jalan utama. Pantura, selatan kemudian di pusat-pusat keramaian. Itu hasil keputusan sidang komitenya begitu," tuturnya. kbc10

Bagikan artikel ini: