Suku bunga acuan sudah naik 50 bps, BNI masih berhitung dampaknya

Kamis, 31 Mei 2018 | 10:53 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Langkah Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin dalam sebulan ini langsung direspon sejumlah perbankan.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) misalnya, dalam dua bulan ke depan akan merespon kenaikan suku bunga acuan oleh BI.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengatakan penyesuaian suku bunga selama dua bulan ini berkaca pada pengalaman sebelumnya. "Kami akan hitung lagi, biasanya tidak langsung terpengaruh," kata Baiquni, Rabu (30/5/2018).

Jika ada kenaikan 7 day reverse repo rate (7DRR) maka BNI masih akan melihat pengaruhnya ke biaya dana atau cost of fund. Jika ada kenaikan biaya dana maka bank akan melihat seberapa besar efeknya lanjutannya.

Terkait dengan efek kenaikan suku bunga acuan ke pertumbuhan kredit? Baiquni bilang efeknya bisa ada bisa saja tidak. Hal ini berkaca pada penurunan suku bunga lalu, dimana pertumbuhan kredit tidak langsung naik ketika bunga turun.

Namun dengan kondisi saat ini, harapannya pertumbuhan kredit masih bisa naik cukup tinggi. Karena naiknya kredit tidak hanya ditentukan oleh suku bunga tapi juga karena potensi usahanya.

Hal ini misalnya terkait cairnya proyek anggaran pemerintah. Kondusifnya iklim usaha juga mempengaruhi pertumbuhan kredit perbankan. kbc10

Bagikan artikel ini: