Adaro raih restu Australia untuk akuisisi 80% saham Rio Tinto

Kamis, 31 Mei 2018 | 11:37 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan EMR Capital, telah mendapatkan izin dari pemerintah Australia untuk mengakuisisi 80% saham Rio Tinto di di tambang batu bara kokas Kestrel. Turunnya izin itu tentunya memuluskan jalan ADRO untuk mencaplok saham Rio Tinto di tambang Kestrel.

"Persetujuan pemerintah Australia sudah keluar Minggu lalu," ungkap Direktur ADRO Moh Syah Indra Aman, di Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Sebagaimana diketahui dari keterbukaan informasi yang diterbitkan oleh perseroan sebelumnya, ADRO melakukan perjanjian mengikat dengan EMR Capital untuk mengakuisisi saham Rio Tinto pada tambang batu bara kokas Kestrel. EMR Capital sendiri bergerak di bidang pengelola private equity bidang pertambangan.

Dua pihak telah menandatangani perjanjian mengikat untuk mengakuisisi 80% saham Rio Tinto dengan nilai total konsiderasi sebesar USD2,25 miliar atau setara dengan Rp31,5 triliun (mengacu kurs Rp14.000).

Untuk itu, perseroan tengah mengupayakan pendanaan pembelian saham. Indra menyebut, financial closing ditargetkan dapat selesai pada kuartal III tahun ini. Dana akuisisi akan diambil dari kas internal perseroan sebesar 30%-40%.

"Sisanya 60% financing dari perbankan," kata dia.

Sekadar informasi, tambang Kestrel terletak di Cekungan Bowen salah satu wilayah utama batu bara metalurgi di dunia. Tambang Kestrel memproduksi batu bara kokas keras sebesar 4,25 juta ton (berdasarkan kepemilikan 100%) pada tahun 2017.

Tambang itu juga memiliki cadangan yang dapat dipasarkan sebesar 146 juta ton, serta sumber daya sebesar 241 juta ton per tanggal 31 Desember 2017. Setelah 80% saham Rio Tinto berpindah tangan, ADRO dan EMR Capital akan bersama-sama mengelola dan mengoperasikan tambang. kbc10

Bagikan artikel ini: