Produksi gas masih bisa digenjot, HCML berharap ada permintaan dari industri

Kamis, 31 Mei 2018 | 13:52 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Produksi gas di lapangan BD yang dikelolah Husky CNOOC Madura Limited (HCML) masih belum bisa dieksploitasi secara maksimal. Hingga saat ini, produksi minyak di lapangan DB hanya mencapai 70 Milion Metric Standart Cubic  Feet per Day (MMscfd) atau juta kaki kubik per hari. Sementara produksi puncak diperkirakan bisa mencapai 100 MMscfd.

“Yang belum bisa kami eksploitasi masih cukup besar.  Dari total kapasitas sebesar 100 MMscfd, yang sudah bisa kami eksploitasi sekitar 70 persen, masih ada sekitar 30 persen yang belum terdistribusikan” ujar Head of Relations HCML Hamim Tohari di Surabaya, Kamis (31/5/2018).

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab belum maksimalnya produksi gas di lapangan BD yang terletak di daerah Sampang tersebut. Selain karena belum adanya industri yang membutuhkan, juga dipicu oleh kondisi Jatim yang mengalami over suplay gas atau kelebihan pasokan gas alam. Saat ini di Jatim ada kelebihan pasokan hingga 50 persen.

Salah satu perusahaan yang memiliki kontrak kerjasama  dengan pemerintah Republik Indonesia untuk mengelola wilayah kerja (WK) potensi minyak dan  gas di Madura Strait ini berharap ada banyak industri yang membutuhkan gas sehingga HCML bisa meningkatkan produksi hingga maksimal. Saat ini, gas bumi Dari HCML diantaranya disalurkan untk PGN.

"Sebenarnya ada Petrokimia Gresik yang akan menggunakannya untuk kebutuhan produksi mereka di pabrik Urea yang baru mereka bangun. Tetapi masih ada kendala sehingga gas HCML belum bisa dimanfaatkan. Harapan kami ada buyer-buyer lain yang menggunakan sehingga secepatnya produksi kami akan mebcapai puncak," beber Hamim.

Seperti diketahui, sejak cadangan minyak dan gas bumi dari Lapangan Madura BD, Blok Madura Strait ditemukan pada 1987, gas dan kondensat baru bisa dihasilkan pada Juli 2017, butuh waktu 30 tahun untuk menghasilkan gas.

Lapangan BD terletak di lepas pantai Selat Madura, yaitu sekitar 52 km di timur Pasuruan (Jawa Timur) dan 16 km di selatan Kabupaten Sampang, Pulau Madura. Lapangan tersebut memiliki cadangan gas sebanyak 442 miliar kaki kubik (bcf) dan kondensat 18,7 juta barel. Lapangan ini ditargetkan bisa menghasilkan gas sekitar 100 MMscfd dan 7.000 barel kodensat per hari.kbc6

Bagikan artikel ini: