Akuisisi peserta BPU, BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Rungkut gandeng Dinsos Jatim

Kamis, 31 Mei 2018 | 23:35 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Rungkut berupaya semaksimal mungkn untuk melakukam akuisisi calon peserta dari sektor Bukan Penerima Upah (BPU). Salah satunya dengan cara menjalin kerjasama dengan berbagai pihak.

Kali ini, kerjasama dilakukan dengan Dinas Sosiial Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk mengakuisisi kepesertaan 1600 Taruna Siaga Bencana (Tagana) se Jatim. Hal ini dilakukan mengingat potensi BPU yang belum tergarap masih cukup besar.

Hadir dalam kesempatan tersebut,  Assisten Deputi Direktur BPJS kKetenagakerjaan Kanwil Jatim, Gigih Mulyo Utomo, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jatim Sukesi, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Novi Widiarti dan Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Provinsi Jatim Agus Sudrajat.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Rungkut Oki W. Gandha mengatakan bahwa jaminan sosial sebenarnya bukan beban tetapi kebutuhan bagi seluruh tenaga kerja. Tidak hanya bagi tenaga kerja Penerima Upah (PU), tetapi juga bagi tenaga kerja Bukan Penerima Upah (BPU).

“Karena dengan jaminan sosial ini mereka akan merasa aman dan terlindungi. Apalagi bagi tenaga relawan penanggulangan bencana seperti Tagana, tingkat resikonya sangat tinggi. Program ini benar-benar meringankan mereka, utamanya bagi yang berpenghasilan terbatas. Premi juga murah dan terjangkau,” ujar Oki.

Pada kesempatan yang sama, Kadinsos Sukesi menyatakan rasa terimakasih telah dibantu karena program jaminan sosial ini sangat bermanfaat sekali. Hal ini juga akan membuat Tim Tagana lebih semangat dan giat lagi untuk bekerja.

“Dengan adanya jaminan sosial ketenagakerjaan ini mereka akan merasa aman, kelangsungan hidup mereka juga tidak perlu dikhawatirkan. Saat terjadi kecelakaan kerja, anaknya juga akan mendapatkan beasiswa,” kata Sukesi.

Tahap awal, kepesertaan diikuti oleh 1600 tagana, 664 Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan 200 Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (PKMPKH) di Surabaya dari total jumlahnya di Jatim yang mencapai 43 ribu orang.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan 350 sembako kurah untuk 150 Tagana dan 200 KPM. Selain itu, juga dilakukan penyerahan santunan untuk jaminan Kematian kepada ahli waris tiga orang Tagana yang meninggal dunia, masing-masing mendapatkan Rp 24 juta.kbc6

Bagikan artikel ini: