Diajak buka dan salat berjamaah, Ra Kholil titip pesan penting ke La Nyalla

Jum'at, 01 Juni 2018 | 06:08 WIB ET

SITUBONDO, kabarbisnis.com: Ulama kharismatik pengasuh Pondok Pesantren Walisongo Situbondo, KHR Muhammad Kholil Asad Syamsul Arifin (Ra Kholil), mendoakan La Nyalla Mahmud Mattalitti agar diberi kekuatan dalam memperjuangkan hal-hal kebaikan untuk masyarakat. La Nyalla yang sedang berikhtiar maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) daerah pemilihan Jatim diberi pesan agar selalu memperjuangkan penguatan pendidikan pesantren serta pendidikan keagamaan secara umum.

“Kita doakan perjuangan Pak La Nyalla dimudahkan Allah SWT. Insya Allah niat baiknya diridai Allah SWT,” kata Ra Kholil, Kamis (31/5/2018).

Ra Kholil mengajak La Nyalla mengaji bersama di Pantai Berigheen, Panarukan, Situbondo bersama ribuan jamaah sembari menunggu buka puasa bersama. Ra Kholil juga mengajak La Nyalla salat jamaah maghrib, isya, serta tarawih bersama ribuan jamaah. Turut serta dalam momen itu, KH Mustofa Qulby Badri dari Malang.

Dimintai konfirmasi, La Nyalla bersyukur bisa diterima dengan baik oleh Ra Kholil. “Beliau adalah ulama yang keilmuan dan kealimannya tidak perlu diragukan lagi. Saya sangat bersyukur diterima dan diberi nasihat oleh orang yang begitu alim seperti beliau,” ujar La Nyalla yang memang gemar sowan ke kiai-kiai di berbagai daerah di Jatim.

Ra Kholil sendiri adalah putra dari almarhum KHR Asad Syamsul Arifin, ulama berpengaruh Nahdlatul Ulama (NU) yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional. KHR Asad adalah sosok yang berperan penting dalam pendirian NU, di mana dia dipercaya oleh Syaichona Cholil Bangkalan untuk menyampaikan isyarat berupa tongkat kepada KH Hasyim Asyari di Jombang. Itulah proses awal mula berdirinya NU.

La Nyalla menyatakan siap mengemban amanat Ra Kholil untuk memajukan pendidikan berbasis pesantren, terutama dalam upaya memperkuat syiar paham ahlussunnah wal jamaah (aswaja). 

“Karena aswaja ini menjadi benteng untuk menangkal penyebaran paham-paham radikal yang menjurus ke aksi terorisme yang elah mencoreng nama Islam,” papar La Nyalla.

Selain itu, pendidikan di pesantren juga menjadi wahana pencetakan generasi muda unggul calon pemimpin bangsa. “Kita harus terus mendorong lulusan-lulusan pesantren berkiprah untuk Indonesia, menjadi pengusaha, menjadi ilmuwan, menjadi dokter, menjadi pemimpin rakyat yang amanah,” tuturnya. kbc4

Bagikan artikel ini: