Pacu produktivitas, RNI jalin kerja sama dengan KBI untuk penjaminan produksi CPO

Jum'at, 01 Juni 2018 | 09:53 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Dalam rangka melakukan pengembangan usaha di bidang industri kelapa sawit dan meningkatkan hasil produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), Anak Perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), PT Perkebunan Mitra Ogan melakukan penandatanganan Kerjasama Kemitraan Penjaminan Produksi Minyak Kelapa Sawit dengan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) (KBI), di Gedung RNI, Jakarta, Kamis (31/5/2018).

Penandatanganan dilakukan Direktur Utama PT Perkebunan Mitra Ogan Fikri Al Ansor bersama Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi disaksikan oleh Direktur Utama RNI B. Didik Prasetyo, Direktur Pengembangan dan Investasi RNI Djoko Retnadi, Direktur Pengendalian Usaha RNI Agung P. Murdanoto, Direktur KBI Agung Rihayanto, beserta Direksi Mitra Ogan.

Melalui siaran pers, Kamis (31/5/2018), dalam sambutannya Direktur Utama RNI B. Didik Prasetyo mengatakan bahwa kerjasama ini merupakan salah satu wujud nyata dari pelaksanaan sinergi BUMN yang saat ini menjadi program utama dari Kementerian BUMN. Menurutnya, dalam memenuhi kebutuhan pendanaan sinergi BUMN menjadi prioritas, apalagi KBI telah dikenal memiliki reputasi baik sebagai penjamin penyelesaian transaksi komoditas dan keuangan.

Didik juga menyampaikan, dengan adanya sinergi antara Mitra Ogan dan KBI menunjukan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap entitas bisnis RNI Group begitu besar. Ia berharap agar kepercayaan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya guna meningkatkan kinerja dan pencapaian di tahun 2018 ini.

Pada kesempatan tersebut Fikri Al Ansor menyampaikan, salah satu tujuan kerja sama ini untuk memberikan kepastian pendanaan kepada Mitra Ogan guna meningkatkan skala bisnis dan produktivitas CPO. Hal tersebut seiring dengan target peningkatan produksi Tandan Buah Segar (TBS) Pada tahun 2018.

Menurt Fikri, kerjasama kemitraan tersebut akan menyentuh beberapa aspek strategis, seperti pembenahan kebun existing melalui pemupukan dan perawatan tanaman yang sesuai dengan kultur teknis pemeliharaan secara normal. “Selain itu, juga menyasar pembenahan infrastruktur, berupa perawatan jalan dan jembatan di lingkungan kebun Karang Dapo yang akan mempermudah pengangakutan TBS dari kebun ke pabrik serta pemeliharaan pabrik dalam upaya peningkatan rendemen dan mutu CPO dan palm kernel. Penjaminan pendanaan juga diperuntukan bagi pembelian TBS dari kebun plasma dan pihak ke-3 untuk pemenuhan kapasitas pabrik,” ujarnya.

Fikri berharap, sinergi ini dapat mempercepat upaya pembenahan Mitra Ogan melalui pencapaian yang lebih baik di tahun 2018 seiring dengan terus membaiknya produktivitas industri sawit di Tanah Air. Berdasarkan data Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), produksi CPO nasional pada semester 1 tahun ini mencapai 19 juta ton, atau naik 5,56 % dibanding produksi semester 1 tahun sebelumnya sebesar 18 juta ton. kbc10

Bagikan artikel ini: