Sensor airbag bermasalah, TAM undang pemilik mobil jenis ini datangi bengkel resmi

Minggu, 03 Juni 2018 | 22:24 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Toyota-Astra Motor (TAM) menggelar program Special Service Campaign (SSC) untuk mengecek produk-produk yang berpotensi terlibat dalam masalah, yakni terkait sensor airbag di sejumlah produk Toyota.

Menurut informasi yang disampaikan TMC, secara global masalah sensor airbag diduga melibatkan sejumlah line-up Toyota, antara lain Alphard/Velfire, Sienta, Noah/Voxy/Esquire, Probox/Succeed, Corolla, Highlander, Prius, Levin, dan Hilux.

Di Indonesia, sebanyak 24.662 unit terindikasi terlibat yaitu Alphard, Corolla, New Fortuner, New Kijang Innova, dan New Hilux, dengan tahun produksi dari 7 Mei 2015 hingga 29 Januari 2016.

Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto menjelaskan pihaknya masih terus berupaya mengajak konsumen untuk segera ke diler ataupun bengkel resmi terdekat. Namun TAM masih kesulitan untuk bisa menjaring konsumennya. "Kebanyakan sudah banyak pindah tangan," jelas Soerjopranoto, Minggu (3/6/2018).

Adapun program SSC adalah layanan yang diberikan Toyota untuk memastikan produk-produk yang bahkan sudah berada di pelanggan masih terus diperhatikan, sehingga apabila ada sesuatu yang diperkirakan memberikan potensi yang dapat mengurangi kenyamanan dan keselamatan berkendara, maka Toyota akan memeriksanya dan jika diperlukan mengganti komponen kendaraan berdasarkan masalah yang ditemui, khususnya yang berkaitan dengan aspek keselamatan berkendara.

Vice President Director Toyota-Astra Motor, Henry Tanoto, menyebutkan bahwa pihaknya mengutamakan pelayanan menyeluruh yang baik bagi pelanggan, salah satunya dengan terus meningkatkan kualitas layanan purna jual kendaraan Toyota. “SSC hadir untuk memberikan layanan yang cepat dan efektif kepada para pelanggan Toyota," kata Henry beberapa saat lalu.

Jika pelanggan menemukan indikasi yang tidak biasa pada airbag mereka atau pun perangkat lainnya, seperti menyalanya lampu peringatan airbag, maka Toyota menyarankan pelanggan untuk datang ke bengkel resmi Toyota untuk memeriksanya.

Selain program SSC terkait airbag sensor, sebelumnya juga sudah ada program serupa terkait persoalan komponen inflator airbag yang dialami secara massal dan global oleh berbagai produsen kendaraan, termasuk Toyota.

Terkait dengan airbag inflator, TAM telah melakukan pemanggilan kepada pelanggan melalui surat sejak 2015 dan hingga saat ini terus aktif menginformasikan program ini, baik kepada pelanggan maupun melalui saluran komunikasi seperti di media massa dan situs resmi Toyota.

Hingga saat ini, total produk Toyota yang terindikasi terkena potensi masalah inflator airbag sebanyak 117.117 unit, dari yang sebelumnya terdata sebanyak 97.980 unit. Jumlah itu terbagi atas Alphard produksi tahun 2010—2014, NAV1 produksi 2012—2013, Camry produksi 2002—2004, Corolla produksi 2001—2013, Vios produksi 2006—2013, dan Yaris produksi 2006—2013.

Sepanjang tahun 2017, TAM terus meningkatkan efektivitas program SSC dengan melibatkan 320 jaringan Toyota di Indonesia, guna memastikan pelanggan yang terlibat kendaraannya, melakukan pemeriksaan dan penggantian airbag jika diperlukan.

Hingga akhir April 2018, tercatat sebanyak 14.918 unit kendaraan telah diperbaiki inflator airbag-nya di bengkel resmi Toyota, atau sekitar 12,74% dari total kendaraan yang terlibat di Indonesia.

“Kami sangat menghimbau pelanggan yang inflator airbag kendaraannya terindikasi bermasalah, untuk segera melakukan pengecekan dan perbaikan di bengkel resmi Toyota,” kata Henry. kbc10

Bagikan artikel ini: