Properti Indonesia masih tumbuh, ini penyebabnya

Minggu, 03 Juni 2018 | 22:54 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PropertyGuru menilai pasar properti tahun ini di Indonesia sedang mengalami pertumbuhan meski tak signifikan.

Country Manager Rumah.com, bagian dari PropertyGuru International Marine Novita mengatakan saat ini pasar properti di Indonesia sedang bertumbuh meski tak agresif. Menurut dia, berdasarkan Market Outlook dari Rumah.com, secara year-on-year ada kenaikan 2% sampai 3% dari sisi harga. Sementara itu dari sisi suplai meningkat 15% sampai 20%.

“Tetapi konsumen percaya beli karena pemerintah banyak memberikan support misalnya LTV sehingga DP [uang muka] lebih murah dan bisa dicicil. Ada juga program FLPP. Consumer mereka lumayan percaya diri karena pemerintah sudah melakukan support,” ujar Marine di Cassis Kitchen Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Selain itu, Marine juga menambahkan kondisi kerap berbeda dengan pernyataan bahwa pasar properti Indonesia tengah mengalami kelesuan. Dia menilai, berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI) saja jumlah pengambilan kredit pemilikan rumah (KPR).

Sementara itu, Doddy A. Tjahjadi, Managing Director, PTI Architects, Chairman of Judges Property Guru Indonesia Property Award 2018 mengatakan tahun ini memang cenderung ramai dengan proyek baru meskipun belum bisa dipastikan pembangunannya. Menurut dia, penyerapan properti saat ini memang cukup tinggi khususnya untuk segmen hunian kelas menengah ke bawah.

“Properti yang sering didiskuaikan itu untuk kelas menengah karena jarang cover menengah ke bawah untuk rumah susun dan rumah susun sederhaa. Ekonomi kelas menengah dan menengah atas dengan value besar itu jadi tolak ukur perkembangann yaitu Jakarta,” jelas Doddy.

Dia menegaskan sebanyak 80% memang pembeli properti di Indonesia adalah investor. Namun tren yang sedang terjadi saat ini, kata Doddy, dengan banyaknya insentif dari pemerintah maka semakin banyak first home buyer yang meningkatkan pembelian. Alhasil, jika ada keganjalan yang membuat investor menunda pembelian, hal itu tidak akan memberi imbas yang besar kepada bisnis properti.

“Mestinya sekarang kesempatan orang bekerja dan professional beli rumah, gayau kapan KPR lebih rendah.

Sekarang pemerintah agresif dengan banyak membangun transportasi dan infrastruktur menghubungkan ke kota satelit seperti Bekasi dan Tangerang. Dia berekspektasi bahwa harga akan naik pada rumah yang berlokasi di jalanan. kbc10

Bagikan artikel ini: