Janji tak mogok saat musim mudik Lebaran 2018, pilot Garuda incar hari lain

Senin, 04 Juni 2018 | 06:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) yang tergabung dalam Serikat Bersama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menegaskan jika aksi mogok kerja tidak dilakukan saat momentum penting konsumen, seperti libur Lebaran 2018.

Namun begitu, mereka bersikukuh untuk mogok kerja di lain waktu meski berbagai pihak mendesak agar mereka membatalkannya.

Ketua Umum Sekarga, Ahmad Irfan Nasution mengatakan, perwakilan serikat pekerja akan menginformasikan rencana aksi kepada masyarakat tujuh hari sebelum mogok kerja dilakukan.

"Keputusan tersebut diambil karena kami sudah menghitung dan mempertimbangkan dengan sangat cermat bahwa jika keputusan mogok harus diambil, maka kegiatan tersebut pasti tidak bertepatan dengan momen krusial para konsumen," kata Ahmad Irfan Nasution melalui siaran tertulis, akhir pekan kemarin.

Mogok kerja dilakukan agar pemerintah ikut menyelesaikan masalah manajemen perusahaan penerbangan pelat merah ini. Hingga kini, serikat karyawan masih menunggu respons pemerintah selepas konferensi pers terakhir, 2 Mei 2018.

Aksi mogok dilakukan karena kinerja perusahaan dinilai terus menurun dan tak kunjung membaik. Memburuknya kinerja perusahaan itu dilihat dari harga saham GIAA yang terus menurun. Pada penutupan pasar saham pada Kamis (31/5), harga saham GIAA berada di level Rp 254 per saham. Nilai itu menurun dibandingkan saat IPO, saham GIAA dihargai Rp 750 per saham.

"Kondisi ini sangat merugikan perusahaan dan juga masyarakat luas serta terjadi pengurangan pelayanan terhadap konsumen di berbagai lini. Di mana ini merupakan beberapa indikator dari terjadinya degradasi kinerja tersebut," ujar Ahmad.

Sebagai informasi, serikat karyawan GIA pada  Kamis (31/5) lalu telah melakukan dialog dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan. Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, meminta para pilot Garuda untuk mengambil jalan mediasi ketimbang melakukan aksi mogok.

"Kalau ada masalah silahkan bicarakan, tapi jangan melakukan mogok," ujar Budi.kbc10

Bagikan artikel ini: