Bangun rumah subsidi, REI Jawa Timur tunggu program izin online diterapkan

Senin, 04 Juni 2018 | 07:29 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kalangan pengembang properti yang tergabung di Persatuan Perusahaan Realestate Indonesia (REI) Jawa Timur menunggu pelaksanaan izin secara online yang baru saja dirilis Presiden Joko Widodo, Online Single Submission (OSS).

Hal ini demi mempercepat pasokan rumah subsidi yang selama ini banyak terkendala lambatnya perizinan di tingkat pemerintah daerah.

Ketua DPD REI Jawa Timur, Danny Wahid mengatakan, sebetulnya Jawa Timur tidak masalah terhadap ketersediaan dan permintaan rumah subsidi. Yang selama ini menjadi hambatan adalah lambatnya perizinan pembangunan rumah, yang banyak dirasakan pengembang.

"Target berapapun kita siap. Target meleset ketika izin berjalan lebih dari setahun. Ini yang hingga kini masih menjadi kendala," jelasnya di sela buka puasa bersama di Sekretariat REI DPD Jatim, akhir pekan lalu.

Dikatakannya, selama ini rata-rata proses perizinan bisa memakan waktu lebih dari setahun. Kalaupun ada yang bisa cepat, tidak kurang dari enam bulan. Belum lagi dengan proses perizinan di Badan Pertanahan Negara (BPN).

Ia melanjutkan, belum lagi perihal PSU (Power Supply Unit) yang hanya mencakup 12 ribu unit serta harga tanah yang tiap tahunnya naik sekitar 10-20 persen.

"Keburu harga tanah naik, ditambah perizinan juga lama. Makanya, kami saat ini sedang melakukan penggodokan parsial terkait pembangunan rumah subsidi itu," imbuhnya.

Oleh karena itu, dia sangat berharap program pemerintah yakni Online Single Submission (OSS) bisa segera diterapkan. Jika memang regulasi itu bisa memangkas waktu perizinan hingga hitungan menit, dia sangat optimistis target berapapun pembangunan rumah bersubsidi akan tercapai.

"Sehingga, nantinya pembangunan rumah subsidi bisa lancar dan target pun bisa terpenuhi," ujar Danny.

Sebagai catatan, sepanjang tahun 2017 lalu, pengembang REI Jatim hanya merealisasikan sebanyak 16.900 unit rumah bersubsidi. Angka itu dikontribusi oleh pengembang di wilayah Jember, Jombang, dan Kediri. kbc7

Bagikan artikel ini: