Pelindo III jadi BUMN pertama yang terapkan BIM untuk proyek investasi

Senin, 04 Juni 2018 | 21:30 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sebagai badan usaha kepelabuhanan, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III menjadi BUMN di sektor logistik yang pertama menerapkan Building Information Modelling (BIM) dalam melakukan perencanaan pembangunan untuk proyek investasinya. BIM menjadi bagian penting dalam penerapan Architecture, Engineering, Construction, Operation dan Maintenance (AECOM) untuk mewujudkan infrastruktur pelabuhan lebih cepat terselesaikan sehingga Pelindo III lebih prima.

Engineering, Information and Communication Technology Director Pelindo III Husein Latief menyebut penerapan BIM di Pelindo III dapat memberi banyak keuntungan, utamanya dalam penyampaian sebuah proyek sesuai yang diharapkan karena menghasilkan informasi dalam bentuk digital, dimana informasi tersebut dapat digunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan selama siklus hidup bangunan tersebut.

“BIM mampu menyelesaikan permasalahan disemua tahap seperti desain, konstruksi, operasi dan pemeliharaan yang kerap timbul dalam suatu proyek sehingga berdampak pada biaya dan waktu pelaksanaan serta memiliki keakuratan yang tinggi dan lebih memudahkan dalam perencanaan proyek. Nantinya penggunaan teknologi bisa dihubungkan dengan program aplikasi lain untuk mendapatkan hasil yang optimal,” terang Husein Latief di Surabaya, Senin (4/6/2018).

Beberapa proyek Pelindo III yang menggunakan BIM antara lain pembangunan Pelindo Place Tower, lapangan penumpukan/container yard (CY) Terminal Teluk Lamong, Flyover Terminal Teluk Lamong, dermaga Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, lapangan penumpukan, dermaga dan gudang Pelabuhan Waingapu.

 “Yang pasti penerapan BIM dapat menghasilkan sebuah produk desain yang lebih efisien, terutama pemangkasan biaya yang kemungkinan timbul selama berlangsungnya proyek akibat perbedaan antara perencanaan dan realitas di lapangan,” jelas Husein Latief.

Pembangunan dengan menggunakan BIM ini mulai diterapkan oleh Pelindo III di triwulan I tahun 2018. Penggunaan BIM ini diperkirakan dapat meningkatkan pelayanan bisnis di kepelabuhahan dan berdampak positif bagi kinerja perusahaan.

Dalam hal kinerja hingga April 2018, Pelindo III mencatatkan  peningkatan trafik arus petikemas dalam satuan boks hingga April tahun 2018 sebesar 6 persen yang terealisasi sebesar 1.371.394 boks dibandingkan periode yang sama tahun 2017 yang tercatat sebesar 1.297.866. Peningkatan arus petikemas dalam satuan boks tersebut juga diikuti dalam satuan TEUs tercatat meningkat sebesar 5 persen yang terealisasi sebesar 1.686.846 TEUs dibandingkan periode yang sama tahun 2017 yang tercatat sebesar 1.600.761 TEUs.

Sementara itu, dari sisi non operasional, Direktur Keuangan Pelindo III U. Saefudin Noer menjelaskan bahwa adanya pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak di level Rp 13.887 per USD pada penutupan 30 April 2018. Angka tersebut masih jauh melemah jika dibandingkan dengan angka yang ditetapkan oleh pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Meski Rupiah melemah, namun hal tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap kondisi keuangan perusahaan. Laba operasional (usaha) Pelindo 3 tercapai Rp 1,14 triliun atau 131% dibandingkan tahun sebelumnya yoy,” tutur Saefudin.

“Pertumbuhan pesat dari laba usaha ini secara finansial didapat dari pendapatan jasa pelayanan bongkar muat petikemas yang naik sekitar 12 % yoy, tidak terlepas dari komitmen perusahaan dalam peningkatan kapasitas handling petikemas serta perbaikan terus menerus dalam sarana prasarna bangunan dan alat fasilitas pelabuhan, sehingga hal ini diharapkan dapat mempercepat arus logistik nasional sesuai dengan program pemerintah,” pungkas Saefudin.

Kenaikan yang signifikan ditunjukkan dari realisasi kunjungan kapal hingga April tahun 2018 dalam satuan Gross Tonnage (GT). Tercatat arus kunjungan kapal di Dermaga Umum mengalami peningkatan sebesar 14 persen yang terealisasi sebesar 55.225.412 GT dibanding periode yang sama tahun 2017 yang tercatat sebesar 48.270.838 GT.

Sedangkan dalam satuan unit arus kunjungan kapal mengalami peningkatan sebesar  5 persen tercatat ditahun 2018 sebesar 13.311 unit dibanding dengan periode yang sama tahun 2017 tercatat sebesar 12.725 unit. Kenaikan juga diikuti arus barang sebesar 14 persen yang tercatat sebesar 15.942.459 Ton dibanding periode yang sama tahun 2017 yang terealisasi sebesar 13.975.448 Ton.kbc6

Bagikan artikel ini: