Kementan upayakan tekan biaya produksi tanam

Selasa, 05 Juni 2018 | 21:53 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan brigade alsintan mengantisipasi mulai masuknya musim kemarau.Brigade alsintan merupakan unit pelayanan teknis yang mengelola alat mesin pertanian dari pra panen hingga paska panen.

Mekanisme pengelolaan alsintan  dipinjamkan kepada gabungan kelompok tani.Optimalisasi peran alsintan diyakini akan mengefisienkan biaya produksi pertanian padi.

“Menghadapi musim kemarau kita harus mengoptimalkan alsintan. Jangan sampai ada alsintan bantuan pemerintah tidur,” kata Amran usai membuka Rapat Koordinasi Gabungan Sergap, Luas Tambah Tanam dan Optimalisasi Alsintan 2018 yang dihadiri kepala dinas pertanian dan Bulog di Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan struktur biaya produksi tanam sebesar Rp 13,56 juta per hektare (ha) .Variabel biaya terbesar produksi tanam berada di biaya pekerja 48,79 % dan sewa lahan 25,61%.

Pemerintah kata Amran sudah mendistribusikan sebanyak 350.000  alsintan untuk membantu petani dalam mengeloh lahan. Dari mulai jenis handtraktor, rice transplanter dan combine harvester. “Jadi jika dulu petani bertanam secara manual sekarang sudah dengan mekanisasi,” ujarnya.

Untuk menggerakkan alsintan yang sudah ada tersebut, Amran mengatakan pemerintah telah membentuk Brigade Alsintan. Dengan adanya brigade diharapkan bantuan alsintan dapat optimal pemanfaatannya.

“Selama ini alsintan yang diberikan ke petani atau kelompok tani ketika selesai tanam istirahat, padahal ada petani lain yang memerlukan. Karena itu kita arahkan di daerah membentuk Brigade Alsintan,” terangnya.

Tanpa menyebut berapa jumlahnya, namun Amran mengatakan, hingga kini luas tanam meningkat 5% dibandingkan tahun lalu. Dengan naiknya luas tanam diharapkan produksi juga ikut naik. “Luas tambah tanam harus naik dari tahun lalu, sehingga produksi juga naik. Tahun ini luas tanam naik 5%,” ujarnya.

Upaya pemerintah menggenjot luas tanam tersebut diakui Amran karena kebutuhan terhadap konsumsi beras makin meningkat dengan bertambahnya jumlah penduduk.Saat ini jumlah penduduk Indonesia sebanyak 265 juta jiwa atau naik 12,8 juta dibandingkan tahun 2014. Sedangkan kebutuhan konsumsi selama periode 2014-2018 bertambah 1,7 juta ton.

Dalam rapat gabungan tersebut, Amran juga mengungkapkan pemerintah bersama-sama memantau stok pangan di seluruh Indonesia, terutama menjelang Lebaran mendatang. “Saya pastikan stok pangan siap dimana-mana. Untuk beras, stok beras di gudang Bulog mencapai 1,5 juta ton. Bahkan serapan gabah/beras Bulog hingga kini mencapai 18.000-20.000 ton/hari,” pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: