Pertamina tambah jumlah penyaluran elpiji 3 kg hingga 110% di Ponorogo

Selasa, 05 Juni 2018 | 21:58 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pertamina memastikan bahwa kondisi penyaluran elpiji 3 kg di Wilayah Ponorogo berjalan normal dan tidak ada kekosongan stok. Dan hasil dari peninjauan langsung tim di lapangan pada Senin sore hari, ketersediaan (stok) elpiji di pangkalan-pangkalan elpiji 3 kg masih tersedia cukup banyak.

“Perlu kami sampaikan bahwa Jalur Resmi Distribusi elpiji Pertamina yaitu Depot elpiji – Agen elpiji dan kemudian Pangkalan Resmi, sehingga untuk warung, pedagang eceran maupun pedagang kaki lima, bukan merupakan jalur resmi distribusi elpiji Pertamina,” tegas Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR V Jatimbalinus, Rifky Rakhman Yusuf di Surabaya,  Selasa (5/6/2018).

Ia juga menyampaikan  bahwa untuk melayani masyarakat di kabupaten Ponorogo  pada  bulan juni Pertamina pada tanggal 1 Juni 2018 telah melakukan penyaluran tambahan (extra dropping) sebanyak 7.920 tabung atau 23,76 Metrik Ton (MT).

“Dan pada tanggal 6 juni 2018 akan ada  extra dropping lagi sebanyak 18.480 tabung atau setara dengan 55.44 MT serta beberapa hari menjelang lebaran  masih akan dilakukan extra dropping sebanyak 10.560 tabung atau 31.68 MT,” ujarnya.

Rifky juga menambahkan bahwa extra dropping ini adalah penambahan dari penyaluran normal perbulan untuk kabupaten Ponorogo  sebesar 438.480 tabung  setara dengan 1.315.44 Metrik Ton atau terjadi peningkatan penyaluran yang mencapai 10 persen.

“Dengan penyaluran elpiji yang telah jauh melebihi rata rata penyaluran normal harian ini, ketersediaan stok elpiji di masyarakat sangat mencukupi bahkan berlebih. Kami sangat menyarankan masyarakat untuk membeli elpiji di pangkalan-pangkalan resmi Pertamina yang tersedia di setiap kelurahan, tentunya kualitas produk maupun harga LPG di pangkalan akan sesuai Harga Eceran Tertinggi, disamping stoknya pun yang selalu tersedia,” ujar Rifky.

Pertamina memprediksi terjadinya peningkatan konsumsi elpiji 3 Kg di Jawa Timur dengan rata-rata peningkatan sebesar 7 persen dari konsumsi normal sebesar  94.679 Metric Ton (MT)  per bulan menjadi 101,307  MT per bulan. Konsumsi elpiji non subsidi (Bright Gas 5.5 kg, Bright Gas 12 Kg, dan elpiji 12 kg) di Jawa Timur juga diprediksi mengalami peningkatan menjelang Idul Fitri sebesar 9 persen dari  4.593MT per bulan menjadi 5.006 MT per bulan.

Untuk menjaga ketersediaan stok di lapangan, Pertamina juga melakukan beberapa langkah intensif mulai dari Built Up stok di storage, agen hingga pangkalan elpijj Pertamina juga telah membentuk 237 Agen Siaga dan 2426.

“Untuk melayani masyarakat  di kabupaten Ponorogo, Pertamina telah menyiapkan 14 Agen dan 309 Pangkalan Siaga,yang siap melayani masyarakat selama 24 jam pada saat Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1439 H,” pungkas Rifky.kbc6

Bagikan artikel ini: