Incar penjualan Rp1 triliun, Sekar Laut tambah produksi sambal

Rabu, 06 Juni 2018 | 05:58 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Produsen kerupuk dan bumbu PT Sekar Laut Tbk (SKLT) berencana menambah kapasitas produksi untuk produk sambal seiring dengan kian meningkatnya penjualan untuk produk tersebut di pasar.

Tak tanggung-tanggung, perusahaan yang berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur ini bakal menggenjot kapasitas produksi sambal hingga 3.000 ton atau setara 50 persen dari total kapasitas produksi sambal saat ini yang sebanyak 6.000 ton per tahun.

Direktur PT Sekar Laut Tbk, John C Gozal, mengatakan, guna keperluan penambahan kapasitas produksi sambal tersebut, perseroan menyiapkan investasi sebesar Rp 20 miliar, dan ditargetkan bisa mulai beroperasi pada kuartal IV tahun ini.

"Kami berharap dengan tambahan kapasitas produksi sambal ini bisa berkontribusi pada total penjualan perseroan tahun ini yang diproyeksikan sebesar Rp 1 triliun," kata John usai acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perseroan di Hotel Shangri-La Surabaya, Selasa (5/6/2018).

Menurut John, penambahan kapasitas itu terkait dengan pertumbuhan penjualan produk sambal yang cukup bagus dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, tahun lalu pertumbuhan penjualannya lebih menonjol dibandingkan dengan dua produk perseroan lainnya, yaitu krupuk dan roti. Hal itu disebabkan produk sambal baru saja diluncurkan dan sekarang dalam masa pertumbuhan serta pembentukan pasar.

"Wajar bila pertumbuhan penjualannya juga cukup menonjol di kisaran 25 persen hingga 30 persen. Namun, hal itu juga yang menjadi alasan kami menambah mesin sambal," tukasnya.

John mengatakan, saat ini penjualan produk sambal memberikan kontribusi 42 persen terhadap total penjualan. Kontribusi itu memang dibawah krupuk sebesar 50 persen, tetapi diatas produk roti sebesar 8 persen. Meskipun demikian, penambahan kapasitas produksi produk sambal itu akan memberikan peluang bagi perseroan untuk mengembangkan pasar produk sambal baik di pasar domestik maupun ekspor. "Potensinya masih cukup besar dengan bebepa varian produk sambal yang ada," ujarnya.

Selain itu, penambahan kapasitas itu akan berkontribusi pada penjualan yang diperoyeksikan tembus Rp 1 triliun dan laba tumbuh 20 persen. "Dengan kondisi ekonomi yang cukup baik sekarang serta beberapa langkah strategis perseroan kami optimis dengan pertumbuhan yang kami proyeksikan,” terang John.

Direktur Sekar Laut, Welly Gunawan, menambahkan, produk sambal saat ini di pasarkan baik di dalam maupun di luar negeri. Di pasar ekspor, produk sambal Sekar Laut mampu menembus Singapura, Malaysia, China, Eropa, Kanada, Australia dan Timur Tengah. Pengembangan pasar baru terus dilakukan, diantaranya adalah Korea dan Taiwan. Sedangkan untuk pasar domestik peluang produk sambal ini juga masih terbuka lebar. Oleh karena itu penyebaran pasar terus dilakukan.

"Penambahan kapasitas produksi sambal ini tentunya akan membantu kami memperluas pasar kami di Indonesia," kata Welly. kbc7

Bagikan artikel ini: