ICSA dorong profesi sekteraris perusahaan disertifikasi

Rabu, 06 Juni 2018 | 07:28 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Profesi sekretaris perusahaan di Tanah Air ternyata belum terstandardisasi. Untuk itu,  Indonesian Corporate Secretary Association (ICSA) mendorong profesi ini untuk segera dilakukan sertifikasi guna meningkatkan kualitas standardisasi sekaligus menambah daya saing profesi tersebut di Indonesia.

Ketua Umum ICSA Hardijanto Saroso menjelaskan, sekretaris perusahaan (sekper) memang belum menjadi profesi yang disepakati oleh negara-negara Asean untuk bersaing dalam MEA. Meski demikian, profesi ini memiliki potensi untuk berkembang lebih baik lagi.

 “Dengan semangat MEA, [ada] potensi untuk pengembangan [ekonomi] negara-negara Asean, termasuk juga pelaku bisnisnya, yang di dalamnya ada sekper,untuk bisa berkembang di antara negara-negara Asean ini,” jelasnya, Selasa (5/6/2018)

Dia membandingkan, profesi sekper di negara lain telah sangat terkoordinasi dan tersertifikasi dengan baik. Adanya ujian sertifikasi itu menjadi kesepakatan antara pelaku industri dengan regulator sebagai upaya penguatan kualitas profesi.

Dampaknya, seseorang yang menjabat sebagai sekper di negara lain yang lebih maju hampir dapat dipastikan memiliki etos kerja dan profesionalisme yang lebih baik, dengan kualitas yang merata. Sekper pun dinilai tak sekadar memiliki fungsi administratif, tetapi mampu menjalankan fungsi komunikasi publik dan aksi korporasi dengan baik.

Hal ini berbeda dengan kondisi di Tanah Air, di mana profesi sekper belum memiliki sertifikasi dan sistem pendidikan vokasi yang khusus mendidik calon sekper.

“Kami ingin meningkatkan kualitas sekper dengan pendidikan bertahap, baik melalui kerja sama dengan Bursa Efek Indonesia, maupun Otoritas Jasa Keuangan [OJK] dan ICSA sendiri. Harapannya, ICSA bisa ditunjuk sebagai institusi yang melaksanakan kegiatan pelatihan khusus sekper mulai dari 0 sampai memiliki kualifikasi tertentu,” ujarnya.

Untuk itu, dia menyebut ICSA telah menyusun sebuah buku yang memuat kurikulum dan acuan minimum kompetensi yang harus dimiliki seorang sekper. Buku tersebut telah didaftarkan di perpustakaan nasional untuk mendapatkan International Standard Book Number (ISBN) dan akan dirilis dalam waktu dekat.

Wakil Ketua Umum Bidang Edukasi ICSA A.Maryati menjelaskan, salah satu cara asosiasi untuk mendorong sertifikasi profesi adalah dengan membentuk ICSA Academy. Hingga saat ini, terdapat sekitar 300 sekper perusahaan terbuka yang terdaftar sebagai anggota ICSA.

“Target kami semua sekper emiten bisa menjadi anggota ICSA, [karena] di bursa ada 500-an lebih emiten. Harapannya semua bisa ikut. Kami ingin memfasilitasi anggota untuk bisa mendapatkan ilmu,” jelasnya.

Dia menambahkan, saat ini sekper memiliki peranan yang sangat penting dalam sebuah perusahaan. Seorang sekper tak hanya dituntut untuk andal menjadi sekretaris, tetapi harus memahami aspek legal, dan bahkan dalam perusahaan terbuka, bisa rangkap jabatan menjadi investor relation.

Melalui ICSA Academy, dia rutin memberikan pelatihan kepada anggota. Materinya terbagi menjadi materi mengenai regulasi dan non regulasi, yang diberikan langsung oleh pakar-pakar di bidangnya.

Salah satu pelatihan yang baru diadakan pada  Selasa (5/6) mengambil tema Memahami Media dan Disrupsi Digital, yang disampaikan oleh Pemimpin Redaksi Harian Bisnis Indonesia Hery Trianto. Materi yang membedah isu terkini di bidang komunikasi media dalam membentuk persepsi publik itu diikuti sekitar 50 sekper perusahaan terbuka. kbc10

Bagikan artikel ini: