THR PNS cair, Bupati Anas: Kian gerakkan ekonomi lokal

Rabu, 06 Juni 2018 | 11:46 WIB ET
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (baju merah)
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (baju merah)

BANYUWANGI, kabarbisnis.com: Pemkab Banyuwangi merealisasikan gaji ke-14 atau yang kini lazim disebut sebagai tunjangan hari raya (THR) untuk para pegawai negeri sipil (PNS). Dana yang cair meliputi komponen gaji pokok plus tunjangan sesuai peraturan pemerintah.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berharap, pencairan itu bisa semakin meningkatkan peredaran uang di daerah. Konsumsi masyarakat diprediksi meningkat dengan didorong belanja PNS yang pencairan THR-nya di Banyuwangi mencapai sekitar Rp56 miliar.

“Ya saya kira ini peredaran uang di daerah makin meningkat. Selain ada dari pemudik, juga ditambah THR PNS dan swasta. Belum lagi dana desa lewat proyek di desa-desa. Semuanya meningkatkan peredaran uang, menggerakkan ekonomi lokal. Ini kebijakan pemerintah pusat yang cukup baik,” ujar Anas.

Anas mengimbau, THR PNS tersebut dibelanjakan kebutuhan Lebaran yang bisa memberi dampak ke usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Caranya dengan membeli produk mereka.

“Ya biasanya Lebaran beli baju baru, belilah batik UMKM, kaos produksi lokal Banyuwangi. Untuk kue ya beli kue produk UMKM. Butuh songkok, beli produk songkok Pak Ali dari Kecamatan Genteng Banyuwangi,” kata Anas.

“Tentu saja ya jangan dihabiskan THR-nya, bisa ditabung atau untuk keperluan lain,” imbuh Anas.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuwangi, Djadjat Sudradjat mengatakan, pihaknya telah menganggarkan acres (cadangan gaji pegawai) sebesar 2,5 persen dari komponen gaji pegawai. Sehingga kebutuhan untuk gaji ke-14 atau THR bisa terpenuhi.

Kepala BPKAD Samsudin mengatakan, kebutuhan pembayaran gaji ke-14 =!

Bagikan artikel ini: