Jelang Lebaran, penyaluran Bansos Bulog Divre Jatim capai 94 persen

Kamis, 07 Juni 2018 | 10:39 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Perum Bylog Divisi Regional (Divre) Jawa Timur telah berupaya melakukan percepatan penyaluran betas Bantuan Sosial (Bansos) do wilayah Jatim. Hingga  menjelang Hari Raya Idul Fitri Perum Bulog Divre Jatim telah melakukan realisasi penyaluran Bansos Tahun 2018 sebesar 94% dari total alokasi 137.750 ton.

Kepala Perum Bulog Divre Jatim, Muhammad Hasyim saat ditemui di Wisma Dewi Sri Perum Bulog mengatakan bahwa besarnya realisasi penyaluran tersebut karena Perum Bulog Divre Jatim telah meningkatkan koordinasi dengan tikor Bansos Rastra Pemprov Jatim dan Kabupaten untuk penyaluran bansos rastra.

“Dengan dukungan Gubernur kami berupaya mendorong Bupati untuk melakukan percepatan penyaluran bansos rastra dan percepatan penerbitan Laporan Realisasi Penyaluran,” ujar Hasyim di Surabaya, Rabu (6/6/2018) petang.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kewajibam Bulog untuk menyalurkan beras bansos pada tahun ini memang terkurangi karena banyak keluarga prasejahtera yang sudah dialihkan mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunao (BPNT’). Sehingga yang awalnya beras yang harus disalurkan per bulan mencapai 42 ribu ton, maka sekarang hanya tinggal 19 ribu ton.

Sementara realisasi pengadaan beras gabah di Jawa Timur hingga saat ini mencapai sebesar 242.755 ton setara beras atau sekitar 27 persen dari total target pengadaan selama satu tahun sebesar 697 ribu ton setara beras.

“Untuk mencapai target pengadaan tersebut, Perum Bulog Divre Jatim juga telah meningkatkan koordinasi dengan Pemprov Jatim, Distan, KTNA, Perpadi dan instansi lainnya seperti Polri dan Disperindag untuk upaya mencari dukungan pengadaan gabah beras,” tambahnya.

Melalui Gubernur Jatim,  Bulog juga gencar mendorong Bupati dan Walikota untuk berkoordinasi dengan stakeholder di masing-masing wilayah untuk optimalisasi pengadaan gabah/beras. “Mengacu pada realisasi pengadaaan dan kebutuhan beras bansos tiap bulan di Jatim, maka Perum Bulog Divre Jatim memastikan stok dalam kondisi aman dan tidak akan kekurangan,” tekannya.

Selain itu, Bulog juga memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok selain beras, diantaranya gula, minyak goreng dan terigu di masyarakat sehingga harga tetap terjaga stabil dan masyarakat Jawa Timur bisa menjalankan ibadah Puasa dan merayakan hari raya Idul Fitri dengan tenang.

“Langkah antisipasi pengendalian harga ini telah kami lakukan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah. Kami berupaya  menjaga kestabilan harga bahan pokok melalui Gerakan Stabilisasi Harga Pangan. Dalam GSHP ini kami juga berkoordinasi secara aktif kepada BUMN di wilayah Jatim dalam mengoptimalkan pelaksanaan OPCBP dengan pola sinergi dengan kegiatan GSHP,” urai Hasyim.

Sejauh ini Titik GSHP di Jatim terdiri atas 20 titik di Kantor Subdivre dan Gudang-gudang Perum Bulog, 250 titik Rumah Pangan Kita, Kegiatan 5 sinergi BUMN, dan 23 Lokasi lainnya berikut eventevent dan kegiatan khusus.

“Untuk itu, Perum Bulog Divre Jatim mengajak masyarakat di Jawa Timur agar realistis dalam membelanjakan uangnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, khususnya menyambut bulan suci Ramadhan, karena semua stok tersedia dalam jumlah cukup dan terkendali,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: