Jokowi minta bunga LKM bagi nelayan dipangkas jadi 3 persen

Kamis, 07 Juni 2018 | 12:58 WIB ET

INDRAMAYU, kabarbisnis.com: Presiden Joko Widodo (Widodo) mengusulkan agar bunga kredit bagi Lembaga Keuangan Mikro (LKM) untuk para nelayan bisa ditekan hingga tiga persen dari tujuh persen yang sudah dipatok.

Hal itu disampaikan presiden saat meresmikan secara langsung LKM bagi para nelayan di Desa Karangsong, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Rabu (6/6/2018).

LKM yang diperuntukan bagi nelayan, peternak, maupun penambak diharap bisa memberikan ruang kepada mereka ketika membutuhkan akses permodalan sesuai kebutuhan.

"Saya usul dari tujuh persen bisa turun jadi tiga persen saja per tahun," ujar Jokowi.

Usulan menurunkan bunga ini bukan tanpa alasan, mengingat pembiayaan mikro bagi nelayan ini dikelola oleh Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) yang merupakan Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sehingga BLU ini tidak mencari keuntungan tapi yang penting dana milik pemerintah tetap berputar dan tidak hilang.

Di Karangsong, Indramayu, merupakan pertama kalinya penyaluran dana BLU LPMUKP melalui LKM yakni Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Jasa Hasil Windu dan Koperasi Perikanan Laut (KPL) Mina Sumitra. Plafon yang disetujui masing-masing adalah Rp2 Miliar untuk 100 orang pembudidaya dalam Pokdakan Jasa Hasil Windu dan Rp8 Miliar untuk 323 nelayan yang tergabung dalam KPL Mina Sumitra.

Skema permohonan pengajuan pinjaman atau pembiayaan dana bergulir ini sangat terjangkau bagi pelaku usaha, terutama untuk skala yang belum terjangkau Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dalam peluncuran ini Jokowi sempat berbincang dengan seorang bakul ikan, Sugiman. Dia kerap meminjam sebesar Rp 40 juta dari lembaga keuangan mikro. Menurutnya angka ini belum bisa memenuhi semua modal yang dibutuhkan. Diharapkan bisa mendapat modal lebih baik dari LKM Nelayan.

"Ya kan kalau ada tambahan ga apa-apa kan pak (Jokowi)," ujar Sugiman. kbc10

Bagikan artikel ini: