PLN Distribusi Jatim jamin pasokan listrik aman saat Lebaran

Kamis, 07 Juni 2018 | 22:14 WIB ET
Dwi Suryo Abdullah
Dwi Suryo Abdullah

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT PLN Distribusi Jawa Timur memastikan bahwa pasokan listrik saat lebaran saat lebaran Idul Fitri 2018 besok aman dan tidak akan ada pemadaman. PLN juga telah memastikan seluruh infrastruktur pendukung, baik jaringan ataupun gardu induk  dalam keadaan siap dan baik.

Kepastian ini ditegaskan karena  beberapa hari yang lalu sempat terjadi pemadaman yang cukup lama di tiga wilayah,  Malang, Pasuruan dan Blitar akibat kerusakan Gardu Induk Grati akibat over heating atau terlalu panas.

“Secara sistem, kondisi kelistrikan di wilayah Jatim bagus. Ketersediaan pasokan bahkan masih surplus sekitar 1.500 Mega Watt,” ujar Manager Komunikasi, hukum dan Administrasi PLN Distribusi Jawa Timur, Dwi Suryo Abdullah saat buka puasa di PLN Distribusi Area Surabaya Selatan, Rabu (6/6/2018) petang.

Saat ini, pasokan listrik dari seluruh pembangkit di wilayah Jatim mencapai 9.000 MW. Sementara beban puncak Jatim mencapai 5.600 MW. Jatim juga mengirimkan listrik untuk memasok daerah Jawa Tengah sebesar 1.700 MW dan dikirim ke Bali sebanyak 300 MW. “Jadi masih ada surplus sekitar  1.500 MW,” tambahnya.

Sementara performa  jaringan di wilayah Jatim menurut Dwi juga dalam kondisi bagus dan aman. Pada saat Ramadhan, masing-masing Rayon telah melakukan pekerjaan perampalan atau pemangkasan dahan pohon yang berada di bawah jaringan. Sehingga dipastikan tidak ada gangguan akibat gesekan dahan dengan jaringan. “Dalam waktu satu bulan, tidak mungkin kan dahan itu cepat tumbuh,” ujarnya.

Dengan melihat volume pasokan listrik dan kondisi jaringan yang ada, maka Dwi optimistis tidak akan terjadi gangguan yang akan mengakibatkan pemadaman listrik selama lebaran besok.

Terkait adanya pemadaman di tiga wilayah Malang, Pasuruan dan Blitar beberapa waktu yang lalu, ia mengatakan akibat terlalu panas atau overheating sehingga Gardu Induk menjadi rusak. Pada saat siang hari, total volume listrik yang tidak bisa tersalurkan mencapai 179 MW.

Pemadaman tersebut akhirnya meluas di saat malam hari akibat pemadaman pada pembangkit listrik di waduk Sutami sehingga total daya yang tidak bisa didistribusikan mencapai 204 MW. Pemadaman terjadi pada tanggal 3 Juni 21018 mulai pukul  17.44 WIB hingga 23.30 WIB.

“Kalau tidak dipadamkan, maka Gardu Induk  tersebut akan mengalami kerusakan yang cukup parah. Sehingga hasil rapat yang kami gelar memutuskan untuk melakukan pemadaman,” tegasnya.

Terikat pendapatan PLN yang hilang akibat kejadian tersebut menurut Dwi mencapai sekitar Rp 1,3 miliar.kbc6

Bagikan artikel ini: