Rangkul beragam ormas, Gema Indonesia ajak masyarakat jaga NKRI

Kamis, 07 Juni 2018 | 23:27 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Organisasi kemasyarakatan Gema Indonesia mengajak untuk lebih mencintai dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berazaskan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan juga UUD 1945.

Hal itu disuarakan Ketua Umum Gema Indonesia Liza Kusuma di sela Deklarasi Gema Indonesia di The Launge XXI Ciputra World Surabaya, Kamis (7/6/2018).

"Gema Indonesia ini terbentuk dari kegiatan seribu lilin yang berlangsung di Tugu Pahlawan Surabaya beberapa waktu yang lalu. Dari situ kemudian mengkristal dan akhirnya terbentuk secara legal, sehingga memudahkan pengurus untuk melaksanakan kegiatan," katanya.

Terbentuknya Gema Indonesia sendiri berawal dari aksi keprihatinan ‘1.000 Lilin untuk NKRI’ yang digelar pada 12 Mei 2018 di Tugu Pahlawan, Surabaya lalu. Gerakan yang digemakan dari Surabaya ini ke depan diharapkan mampu menjadi ‘rumah’ bersama bagi masyarakat yang mencintai Indonesia.

“Ini tentunya sesuai misi berdirinya GeMa Indonesia yang ikut berperan aktif dalam menegakkan serta mengawal Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945 di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),”  ujarnya.

Liza bilang, Gema Indonesia terbentuk dari beberapa gabungan organisasi yang ada seperti Gusdurian, Ansor, dan juga elemen masyarakat yang lain, termasuk para pelajar. Saat ini dia mengklaim sudah ada 20-an elemen masyarakat maupun  organisasi kemasyaraktan (Ormas) yang mulai tergabung dalam GeMa Indonesia ini.

“Nantinya dari mereka-mereka inilah kita akan mengajak meningkatkan kepeduilian masyarakat melalui kegiatan sosial dan pendidikan kebangsaan sebagai wujud kecintaan kita terhadap tanah air Indonesia yang mulai luntur,” ujarnya.

Melalui kerjasama yang dilakukan inilah, nantinya tidak hanya terhenti begitu  saja namun terus berkembang lintas instansi, tidak hanya swasta melainkan juga pemerintah. “Intinya kita ingin  untuk membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia seutuhnya itu butuh kerja bersama,” tegasnya.

Selain terus berkegiatan dengan kerjasama yang terbangun, yang tak kalah penting menurut Liza juga melakukan sinergi dengan penulis-penulis yang aktif di media sosial (medsos). Tujuannya untuk mengkritisi hal-hal yang mengandung unsur vadikalisme dan intoleransi demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

“Kita ketahui sekarang ini gerakan intoleransi marak disuarakan melalui medsos, makanya harus ditangkal oleh orang-orang yang memiliki kemampuan menulis di medsos,” tegasnya.

Dan untuk bisa menjadi rumah bersama, Liza memastikan GeMa Indonesia tidak beraviliasi dengan partai politik (parpol) manapun. Meski tidak memungkiri anggotanya ada sebagian orang-orang parpol.

"Kami berharap, kedepan bisa membuat kegiatan yang lebih baik lagi, untuk membantu Indonesia bersama-sama mempertahankan Pancasila," ucapnya. kbc7

Bagikan artikel ini: