Pasokan terjamin, Pertamina gencar sosialisasi produk gas Musicool

Jum'at, 08 Juni 2018 | 13:42 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Pertamina Region V kian gencar melakukans sosialisasi produk gas Musicool kepada masyarakat Jawa Timur. Langkah ini dilakukan seiring mulai stabilnya pasokan Musicool di Depot Tanjung Perak Surabaya.

“Sekarang pasokan sudah mulai stabil. Ketersediaan cukup banyak di Depot Elpiji Tanjung Perak yang disuplai dari Refinery Unit (RU) III Plaju,” ujar Jr. SE Industry & Gas Product  PT Pertamina Marketing Region V, Muhammad Rizal di Surabaya, Kamis (7/6/2018) petang.

Menurut Rizal, sebenarnya produk refrigerant sintetis yang umum digunakan oleh masyarakat adalah produk gas yang telah dilarang karena termasuk Bahan Perusak Ozon (BPO) dan penyebab efek Gas Rumah Kaca (GRK). Sementara Musicool adalah adalah refrigerant alami hidrokarbon dengan kemurnian tinggi yang ramah lingkungan dan hemat listrik. Hanya saja, karena Musicool kurang dikenal masyarakat, maka masih belum banyak yang menggunakan.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap masyarakat yang paham semakin luas sehingga bisa membantu mengurangi efek gas rumah kaca dan meminimalisir kerusakan ozon,” ujarnya.

Di Jatim, tingkat konsumsi Musicool sudah semakin besar. pada tahun lalu, konsumsinya naik hingga 20 persen. sementara market share Musicool mencapai 50 persen.Konsumen terbanyak amsih kalangan industri, seperti coolstorage, gedung dan rumah sakit.

“Harapan kami, tahun ini konsumsi bisa naik hingga 40 persen karena pasar masih sangat luas, baik dari industri maupun dari konsumen rumahan,” tambah Operation Area Manager Jatim Balinus PT Pertamina MOR V, R. Totok Sugiharto.

Selain melakukan sosialisasi yang  massif, Pertamina juga akan melakukan pelatihan dan sertifikasi teknisi bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Karena keahllian seorang teknisi menjadi ujung tombak keberhasilan penjualan.

Saat ini, jumlah teknisi Musicool di Surabaya mencapai sekitar 60 orang. Sedangkan teknisi seluruh Jatim emncapai sekitar 500 orang. Pelatihan dan sertifikasi rencananya akan dilaksnakan setelah lebaran besok.kbc6

Bagikan artikel ini: