Avtur naik 10%, pemerintah siap kerek batas atas tarif pesawat

Jum'at, 08 Juni 2018 | 14:18 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah berencana menaikkan tarif batas atas pesawat jika harga bahan bakar avtur mengalami kenaikan sebesar 10 persen. Sejak dua hingga tiga minggu terakhir, kenaikan harga avtur sudah mencapai 6,67 persen.

"Kalau sudah kenaikan bahan bakar dan mata uang, masukan dalam rumus ya 10 persen baru kita naikkan, ini belum," kata Direktur Angkutan Udara Maria Kristi Endah Murni di Jakarta, Kamis (7/6/2018).

Kristi mengatakan bahwa pihaknya juga telah menanggapi permintaan maskapai untuk menaikkan tarif batas bawah menjadi 40 persen dari tarif batas atas dari saat ini yang masih 30 persen. Namun, permintaan tersebut belum akan dikabulkan dalam waktu dekat.

"Sudah kami jawab, tapi kayaknya enggak masuk di hitungan," katanya.

Menurut Kristi, maskapai pun sudah memaklumi keputusan tersebut. Pasalnya, saat musim mudik seperti saat ini, maskapai memang tengah mengejar tarif batas atas.

"Sekarang kan sudah bukan tarif batas bawah yang dikejar, Lebaran ini tarif batas atas," katanya.

Sebelumnya, Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Inaca) mengajukan penyesuaian tarif batas bawah 40 persen dari tarif batas atas kepada Kementerian Perhubungan. Hal ini menyusul kenaikan harga bahan bakar pesawat avtur yang saat ini sudah mencapai 40 persen.

Ketua Umum Inaca Pahala N Mansury mengatakan, pihaknya telah mengajukan penyesuaian tarif batas tersebut sejak pertengahan 2017.

"Sekarang tarif batas bawah 30 persen dari tarif batas atas, kami berharap dilakukan penyesuaian kembali lagi seperti sebelumnya 40 persen dari tarif batas atas," ujarnya.

Pahala menjelaskan 90 persen pengeluaran dilakukan dalam mata uang dolar AS, dan 30 persen porsi biaya operasional adalah untuk pembelian avtur.

Dengan depresiasi nilai tukar rupiah sekitar empat hingga lima persen, menurut dia, kenaikan biaya operasional mencapai 17 persen.

"Pengeluaran kami hampir semua dalam dollar, sementara pendapatan dalam rupiah, jadi tidak berimbang. Tahun lalu harga avtur itu lebih rendah 29 persen, sekarang lebih mahal 12 persen," jelasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: