LAZIZ PJB salurkan santunan Rp 2 miliar untuk anak yatim dan dhuafa

Jum'at, 08 Juni 2018 | 16:21 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, saat Ramadhan PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) selalu mengundang masyarakat sekitar kantor pusat untuk berbuka puasa dan pembagian paket lebaran agar tercipta kebersamaan dengan pihak manajemen.

PJB juga memberikan santunan berupa paket lebaran kepada anak yatim dan para dhuafa yang berada di seluruh unit PJB di Indonesia. Selain itu, juga ada beasiswa kepada 68 siswa di Lembaga Elkis sebesar Rp 370 ribu per bulan selama setahun dan pembangunan kelas di kampus Yatim Mandiri Sukodono senilai Rp375 juta. Sebanyak 3.200 paket lebaran senilai Rp 800 juta juga diberikan kepada PT Mitra Yatim Mandiri.

“Bulan kemarin kami juga telah membagikan 350 paket bantuan. Total dana yang telah didistribusikan selama bulan Ramadhan mencapai Rp 2 miliar,” ujar Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara di Surabaya, Kamis (7/6/2018) petang.

Dijelaskan Iwan Agung, dana tersebut berasal dari zakat dan shodaqoh dari sekitar 2000 pegawai dari total 3.000 pegawai PJB, yang dipotong secara otomatis dan dikumpulkan di Lembaga Amil Zakat, Infak dan Shodaqoh (Laziz). Dalam setiap bulan, ada sekitar Rp 450 juta hingga Rp 500 juta yang berhasil dikumpulkan.

“Kalau ada bonus, dana yang berhasil dikumpulkan bisa tiga kali lipat dari biasanya. Seperti bulan ini, ada sekitar Rp 1 miliar lebih yang dikumpulkan. Total dana yang terkumpul selama setahun ini mencapai Rp 10 miliar,” ujarnya.

Dari total Rp 10 miliar, ada sekitar Rp 7 miliar yang telah terdistribusikan. Sementara sisanya sekitar Rp 3 miliar masih berada dalam kas. “Idealnya seluruh dana yang terkumpul langsung didistribusikan, sehingga saldo harusnya nol. Tetapi karena keterbatasan waktu, maka pendistribusian agak tersendat. Untuk itu kami menggandeng seluruh lembaga keumatan yang ada di Jawa Timur, ada sekitar 15 lembaga hingga 20 lembaga yang telah bekerjasama,” tambah Manager Komunikasi Korporasi dan CSR, Heri Supriyanto.

Laziz juga telah memelopori pemanfaatan teknologi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Beras. Melalui ATM beras ini, masyarakat penerima bantuan beras tak perlu lagi harus antri berdesakan untuk mendapatkan beras.

“Mereka cukup datang ke ATM beras sesuai gilirannya dan mendapat jatah yang tepat. Praktis dan efisien.” Tegasnya.

Tahap awal, Laziz PJB menyediakan 10 ATM beras yang tersebar di Gresik, Bekasi, Jakarta, Probolinggo, Lamongan, Malang, Bojonegoro dan Kediri. “Harapan kami, ATM beras ini  akan berfungsi maksimal untuk mengalirkan kebaikan bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya. kbc6

Bagikan artikel ini: