Libur panjang Lebaran, Apkrindo Jatim incar kenaikan penjualan triple digit

Sabtu, 09 Juni 2018 | 12:32 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kalangan pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur berharap banyak terhadap libur panjang Lebaran 2018 bisa menggenjot penjualan. Hal ini bisa menjadi penyemangat mengingat bisnis tersebut sempat mengalami penurunan drastis menjelang Ramadan lalu sebagai efek tragedi bom di Surabaya.

Ketua Apkrindo Jawa Timur, Tjahjono Haryono menuturkan, selama empat hari pasca tragedi 13 Mei 2018 di Surabaya lalu penjualan di mal termasuk kafe dan restoran di Surabaya anjlok hingga 70-80 persen. Namun memang terjadi pergeseran pola belanja makanan dan minuman saat itu, dimana konsumen banyak yang beralih ke pesanan melalui angkutan online.

Namun pihaknya bersyukur kondisi itu tak berlangsung lama. "Kami sangat mengapresiasi langkah Walikota Surabaya Bu Risma (Tri Rismaharini, red) yang langsung bertindak dengan berkeliling ke sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya dan memastikan bahwa kondisi aman dan mengajak masyarakat untuk menjalankan aktivitasnya seperti biasa," katanya, Kamis (7/6/2018) malam.

Dampaknya, lanjut Tjahjono, memasuki puasa mal-mal mulai ramai dan omzet bisnis kafe dan restoran mulai pulih atau naik hingga 50 persen. Hal itu juga mengingat warga Surabaya dikenal tak pernah takut dengan segala teror yang ada.

"Dan kami bersyukur kondisi itu terus berlanjut selama Ramadan ini. Secara rata-rata saat ini omzet penjualan kafe dan restoran selama Ramadan ini sudah naik 30-40 persen dibanding hari biasa," tandasnya.

Sejatinya, pada awal Ramadan atau pasca tragedi 13 Mei lalu pihak Apkrindo Jatim dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur menargetkan omzet penjualan selama Ramadan 2018 ini tidak lebih jelek dari Ramadan 2017 lalu.

Kalangan pebisnis kafe dan restoran pun berharap libur panjang yang ditetapkan pemerintah pada Lebaran 2018 kali ini bisa dimanfaatkan untuk menggenjot penjualan.

"Kami menargetkan kenaikannya bisa triple digit untuk momen libur panjang ini. Selain Lebaran yang memang liburnya ditambah oleh pemerintah, kita juga berharap dari libur sekolah," ujar Tjahjono didampingi Stephen Walla, Bendahara Apkrindo Jawa Timur.

Secara umum, lanjut dia, tahun ini penjualan kafe dan restoran di Jawa Timur diproyeksikan bisa tumbuh 15-20 persen dibanding tahun lalu. Selain banyaknya hari libur, minat masyarakat untuk membelanjakan uangnya dengan makan dan minum di kafe dan restoran cenderung meningkat.

Sementara secara jumlah pelaku bisnis kafe dan restoran, Tjahjono menyebut juga mengalami kenaikan sekitar 20 persen. "Pemainnya juga bertambah, baik dari lokal Jawa Timur atau dari Jakarta. Baru-baru ini juga ada grup besar ekspansi ke Jawa Timur dengan membawa 4 brand. Artinya, Jawa Timur ini potensinya besar," tandasnya.

Dia berharap kondusifnya Jawa Timur akan terus terjaga, dan tetap dipercaya investor untuk menanamkan investasinya, sehingga akan menumbuhkan sektor perekonomian di wilayah ini. "Karena semua sektor akan ikut terangkat, mulai ritel, properti, agrobis, keuangan, hingga angkutan online," pungkasnya. kbc7

Bagikan artikel ini: