PTPN XI kian seriusi bisnis non gula

Minggu, 10 Juni 2018 | 13:25 WIB ET
Dirut PTPN XI, Gede Meivera Utama Adnjana Putradi.
Dirut PTPN XI, Gede Meivera Utama Adnjana Putradi.

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Perkebunan Nusantara XI atau PTPN XI semakin serius menggarap berbagai lini bisnis non gula.

Setelah sempat mencoba melakukan hilirisasi tetes tebu atau molases dengan menjadikannya sebagai tenaga listrik dan ethanol,  maka kali ini perusahaan plat merah tersebut mencoba untuk memanfaatkan sisa daun tebu dan “sogolan” untuk dijadikan kompos.

“ Tanaman tebu harusnya tidak ada yang diibuang, mulai daun tebu hingga sogolan. Semua harusnya bisa dimanfaatkan. Untuk itu, kami sudah menjajaki kerjasama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan potensi yang belum tergarap ini, diantaranya dengan Universitas Brawijaya Malang,” ujar Direktur Utama PTPN XI, Gede Meivera Utama Adnjana Putradi kantor PTPN XI Surabaya, Sabtu (9/6/2018).

Menurutnya, selama ini banyak peternak di Indonesia yang  tidak bisa mengembangkan usaha ternak mereka lebih dari lima ekor karena kesulitan mendapatkan pakan ternak. Sementara daun tebu dan sogolan yang sebenarnya bisa digunakan sebagai pakan ternak dibuang begitu saja.

“Kalau daun tebu dan sogolan ini kan kalau di lahan tebu sangat berlimpah tetapi dibuang negitu saja. Padahal ada yang sanfat membutuhkan. Itu yang harus dimanfaatkan,” tegasnya.

Selain melakukan kerjasama dengan Universitas Brawaijaya Malang, PTPN XI jugal akan melaksanakan kerjasama dengan koperasi peternak di beberapa daerah penghasil ternak, seperti di Malang.

“Kami juga berencana untuk melakukan hilirisasi molases untuk dijadikan gula cair. Sehingga akan ada nilai tambah yang cukup besar bagi petani tebu dari komoditas ini,” tambahnya.

Jika biasanya harga molasses hanya dikisar Rp 3.000 per liter hingga Rp 3.500 per liter, maka dengan mengubah molases menjadi gula cair, harganya akan naik menjadi sekitar Rp 8.000 per liter. “Semuanya akan kami uji coba di tahun ini,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: