PG Watoetoelis stanby operasi, PTPN X alihkan tebu petani ke dua PG ini

Minggu, 10 Juni 2018 | 13:36 WIB ET
Dirut PTPN X, Dwi Satriyo Annugoro.
Dirut PTPN X, Dwi Satriyo Annugoro.

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Perkebunan Nusantara X atau PTPN X memastikan bahwa seluruh tebu milik petani yang biasanya digiling di Pabrik Gula (PG) Watoetoelis akan tetap digiling dengan mengalihkannya ke dua PG lainnya, yaitu ke PG Krembung di Sidoarjo dan PG Gempolkrep Mojokerto.

Penegasan ini diungkapkan Direktur Utama PTPN X, Dwi Satriyo Annugoro karena pada tahun ini PG Watoetoelis dalam kondisi standby beroperasi akibat kurangnya bahan baku tebu yang harusnya masuk PG selama musim giling 2018.

“Tahun ini memang ada penurunan kapasitas PG yang operasi. Kalau tahun lalu ada 10 PG maka sekarang hanya ada 9 PG yang beroperasi.  Sedang kami analisis, dan ternyata ketersediaan bahan baku satu pabrik kurang,” ujar Dwi Satriyo di Surabaya, Sabtu (9/6/2018).

Atas keputusan tersebut, PTPN X sudah melakukan koordinasi dengan para petani dan menjelaskan kepada mereka agar tidak perlu khawatir tebu tidak bisa digiling karena 55 persen tebu petani tersebut akan digiling di PG Krembung dan sebesar 45 persen tebu petani yang lahannya berada  di sekitar wilayah Sidoarjo Utara dan Gresilk akan digiling di PG Gempolkrep Mojokerto.

Dalam pelaksanaannya, PTPN X akan menambah hari giling di PG Krembung dari biasanya sekitar 119 hari sekarang diperpanjang hingga 150 hari. Sedangkan PG Gempolkrep dilakukan dua langkah, pertama penambahan hari giling dari 115 hari menjadi 159 hari. Dan langkah kedua adalah dengan menambah kapasitas PG dari 6500 ton cane day (TCD) menjadi  7.200 TCD secara bertahap.

Adapun produksi gula di PTPN X pada tahun ini ditargetkan mencapai sebesar 397.341 ton gula, naik sekitar 15 persen dibanding tahun lalu yang berada dikisaran 343.747 ton. Sementara target tebu digiling mencapai  4,9 juta ton dari tahun lalu sebesar 4,7 juta ton.

Sedangkan target rendemen mencapai 8,01 dibanding tahun lalu 7,8. “”Awal giling rendemen sudah mencapai 7,9 mudah-mudahan sampai akhir giling rendemen bisa naik diatas 8,1,” tegasnya.

Untuk program Bongkaraton, tahun ini ada sekitar 10 persen yang telah melaksanakannya, tahun depan mencapai sekigtar 12 persen, dan akan meloncat ke 15 persen hingga 18 persen. sehingga 2020 bisa sesuai harapan Holding  sebesar 25 persen.kbc6

Bagikan artikel ini: