Investasi fasilitas produksi NPK Pupuk Indonesia diperkirakan telan Rp7,21 triliun

Senin, 11 Juni 2018 | 13:01 WIB ET
Kepala Coorporate Communication PT Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana.
Kepala Coorporate Communication PT Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana.

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Pupuk Indonesia (Persero) berupaya menggenjot kapasitas produksi pupuk NPK hingga 2,4 juta ton. Atas hal itu, perusahaan bergegas membangun fasilitas produksi baru di sejumlah anak perusahaan yang diperkirakan menelan investasi Rp 7,21 triliun.

Kepala Coorporate Communication PT Pupuk Indonesia Wijaya Laksana menuturkan, pembangunan industri petrokimia yang akan menghasilkan NPK ini komitmen manajemen memperkuat ketahanan pangan nasional. Menurut Wijaya baru baru ini ini PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang , anak perusahaan PT Pupuk Indonesia melakukan peletakan batu pertama sebagai rangkaian pembangunan pabrik NPK Fusion II  berkapasitas 2x 100.000 ton .

Adapun sebagai kontraktor proyek dikerjakan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Wijaya mengatakan, investasi pabrik NPK Fusion II menelan dana  Rp 521 miliar. Sebagian besar pendanaan proyek berasal dari sindikasi perbankan nasional dan sisanya dari internal perusahaan.

Pembangunan instalasi baru akan diselesaikan pada akhir 2019. “Namun, pabrik NPK Fusion II Pusri dapat beroperasi secara komersial yang kita predisikan pada triwulan I tahun 2020,” ujar Wijaya menjawab kabarbisnis.com di Jakarta, kemarin.

Menurut Wijaya ke depannya Pupuk Indonesia tidak lagi membangun pabrik urea .Sementara pabrik pupuk yang dinilai sudah tua tidak lagi akan dioperasikan. Pembangunan Pusri NPK Fusion II 2 x 100.000 ton ini menggunakan teknologi Steam Fused Granulation.

Selain waktu pembangunan pabrik yang lebih cepat,sambung Wijaya keunggulan menggunakan teknologi Steam Fused Granulation adalah fleksibelitas memproduksi berbagai macam formula pupuk NPK dengan nilai investasi yang lebih efisien.Karenanya pengembangan pabrik pupuk NPK menjadi prioritas perusahaan di tengah rendahnya daya saing dari sisi harga dari produk urea yang dihasilkan.

Bisnis pupuk NPK menjadi pilihan mengingag kontribusi biaya produksi terhadap komponen harga gas jauh lebih kecil ketimbang pupuk urea,meski pemerintah telah menurunkan harga gas menjadi US$ 6 per MMBtu dari US$8-12 MMBtu sesuai Peraturan Menteri ESDM no 40 tahun 2016 tentang Harga Gas Bumi untuk Industri Tertentu."Kalau harga pupuk urea-kan sangat sensitif dengan harga gas. Sementara harga pupuk NPK tidak demikian,”terangnya.

Sejalan upaya Pupuk Indonesia yang akan menggenjot produksi pupuk NPK sebesar 2,4 juta ton, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Petrokimia ini juga mempersiapkan pembangunan pabrik NPK di PT Pupuk Iskandar Muda sebesar 2 x 500.000 ton.Selain itu, PT Pupuk Kujang, Cikampek sebesar 2 x 100.000 ton dan PT Pupuk Kalimantan Timur sebesar 2 x 500.000 ton per tahun.

Wijaya menambahkan Pupuk Indonesia memilih diversifikasi produk pupuk NPK . Hal ini sejalan makin meningkatnya permintaan pupuk NPK, terutama di sektor perkebunan dan hortikultura.”Bisnis pupuk NPK lebih menjanjikan,” kata Wijaya.

Saat ini,produksi pupuk NPK ditopang anak perusahaan ,yakni PT Pupuk Petrokimia Gresik sebesar 2,7 juta ton dari total produksi pupuk NPK Pupuk Indonesia sebesar 3,1 juta ton. Namun, Pupuk Indonesia harus menyiapkan 2,5 juta ton untuk kebutuhan pupuk bersubsidi.

Wijaya mengakui beberapa dasawarsa terakhir perhatian  Pupuk Indonesia lebih terfokus menjalankan Public Service Obligation (PSO) .Kondisi tersebut membuat perusahaan kesulitan mengantisipasi permintaan pasar pupuk non bersubsidi yang terus bertumbuh.

Adapun kebutuhan pupuk NPK nasional mencapai 11,3 juta ton, sebesar 3,9 juta ton lagi masih diimpor.Peluang ini pula yang diambil sejumlah produsen pupuk lainnya seperti Astra Group, PT Saraswanti Anugerah Makmur dan PT Chandra Asri Petrochemical.

Kapasitas produksi pupuk NPK nasional mencapai 7,4 juta ton.Wijaya optimis perusahaan mampu memperkuat pangsa  pasar meski persaingan bisnis pupuk non bersubsidi semakin ketat.

Jaringan distribusi dan pergudangan hingga mitra kios  di pedesaan menjadi kekuatan perusahaan untuk melayani petani yang membutuhkan pupuk berkualitas dan harga relatif lebih terjangkau.Pupuk Indonesia membidik bisnis pupuk NPK seiring dengan program ketahanan pangan pemerintah yang mendorong penggunaan pupuk majemuk."Permintaan pasar semakin besar," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: