Ceruk pasar masih besar, asuransi syariah diproyeksi tumbuh dua digit

Selasa, 12 Juni 2018 | 11:42 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bisnis asuransi syariah di awal tahun ini masih menunjukkan tren yang positif. Hal ini diharapkan bisa berlanjut akhir tahun nanti.

Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) Ahmad Sya'roni menilai bisnis asuransi syariah bisa tumbuh dua digit di tahun ini. Pasalnya ceruk pasar yang bisa dimanfaatkan pun dinilai masih besar.

Di sisi lain, beberapa pengembangan produk pun diyakini bisa makin memikat pasar. Diantaranya dengan kehadiran manfaat wakaf yang bisa ditawarkan kepada masyarakat.

Meski begitu, ia mengakui ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus terus diperbaiki. Diantaranya adalah soal literasi terhadap asuransi syariah yang masih rendah.

Karena itu, AASI berencana untuk meggandeng lebih banyak lembaga untuk makin memasyarakatkan segmen ini. "Kami memang harus bekerja sama dengan lebih banyak mitra agar bisa makin masif," ungkapnya belum lama ini.

Selain itu, penambahan tenaga ahli juga harus terus dilakukan. Supaya bisa mengimbangi rencana pengembangan produk asuransi syariah ke depan.

Sebagai catatan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sampai kuartal pertama tahun ini, industri perasuransian syariah membukukan premi sebanyak Rp 4,09 triliun. Jumlah tersebut mengalami kenaikan setinggi 34,9% secara year on year. kbc10

Bagikan artikel ini: