Konsumsi listrik turun saat Lebaran, PLN berpotensi rugi Rp2,036 triliun

Selasa, 12 Juni 2018 | 21:07 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Konsumsi listrik Jawa dan Bali turun saat Lebaran 2018 yang diperkirakan mencapai 17.519 Mega Watt (MW). Hal ini mengakibatkan kehilangan peluang penjualan sebesar Rp 2,036 triliun.

General Manager PLN Pusat Pengatur Beban (P2B) Eko Yudho Pramono mengatakan daya mampu pasokan listrik Jawa Bali mencapai 33.639 MW. Dalam kondisi normal beban puncaknya mencapai 24.194 MW sementara saat lebaran Idul Firi menurun menjadi 16.120 MW."Berdasarkan pengalaman sebelumnya beban puncak turun hampir 50 persen," kata Eko di Jakarta, Selasa (12/6/2018).

Eko menuturkan, penurunan konsumsi listrik akan terjadi bertahap sejak H-4 Lebaran, hingga masyarakat kembali beraktivitas normal. Akibat menurunnya konsumsi listrik cadangan pasokan listrik Jawa Bali mencapai 50 persen."Ini punya cadangan 50 persen, kalau kita hitung untuk Jawa Bali," tutur dia.

Eko mengungkapkan penurunan konsumsi listrik saat Lebaran 2018 diakibatkan libur dan mudik, sehingga aktivitas konsumen khususnya yang besar, seperti industri dan perkantoran banyak yang berhenti."Sumbang sistem Jawa Bali terbesar industri.

Pergerakan waktu lebaran dari Jakarta ke daerah industri akan turun H-4 hari Senin, Sabtu, Minggu turun dia biasa, Senin biasa, Selasa turun sekitar 10 ribuan beban puncaknya," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: