Produknya kian diminati, valuasi Xiaomi berpeluang 2 kali lebih lipat dari Apple

Rabu, 13 Juni 2018 | 13:00 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pengusaha China Lei Jun saat ini dibandingkan dengan Steve Jobs setelah perusahaan ponsel pintarnya, Xiaomi, diproyeksikan bisa dua kali lebih mahal dari Apple.

Mengutip Bloomberg, Selasa (12/6/2018), menurut riset Morgan Stanley, Xiaomi layak bersaing dengan merek premium global karena pangsa pasarnya berkembang dengan cepat. Perusahaan asal China tersebut bernilai sekitar US$65 miliar hingga US$85 miliar, atau 27 kali hingga 34 kali dari proyeksi pendapatan pada 2019.

Nilai tersebut sekitar 2 kali dari valuasi Apple yang sebesar 14,5 kali dari perkiraan pendapatan pada 2019. Xiaomi juga mendapatkan pendapatan lebih dari pesaing lain, seperti Fitbit Inc. dan GoPro Inc.

Xiaomi juga dikabarkan akan mencari pendanaan sekitar US$10 miliar, yang separuhnya akan didapat dari penawaran saham perdana atau IPO di Hong Kong. Separuh lainnya akan didapatkan dari IPO di China.

Menurut riset JPMorgan Chase, nilai perusahaan tersebut diperkirakan sebesar US$92 miliar pada 2020, didorong oleh pertumbuhan arus kas yang kuat. Kekuatan Xiaomi berasal dari keberhasilan menawarkan produk kelas dunia dengan harga miring dan menjual produk jasa dengan margin tinggi.

Penjualan produk Xiaomi diproyeksikan tumbuh 42% tahun ini menjadi 130 juta unit dan terus meningkat menjadi 179 juta unit pada 2019 dan 218,6 juta unit pada 2020. Sementara itu, Apple mencatatkan penjualan sebanyak 216,8 juta unit pada laporan keuangan terakhirnya. kbc10

Bagikan artikel ini: