Trump mulai kenakan tarif 25% atas produk impor China senilai US$50 miliar di bulan depan

Sabtu, 16 Juni 2018 | 07:01 WIB ET

WASHINGTON, kabarbisnis.com: Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi memberlakukan tarif baru yang berat atas produk impor dari China senilai US$ 50 miliar, Jumat (15/6/2018). Di bagian pertama, tarif 25% dikenakan pada 818 produk China senilai US$ 34 miliar mulai 6 Juli mendatang.

"Di daftar ini tidak termasuk barang-barang yang biasa dibeli oleh konsumen AS seperti telepon selular dan televisi," kata US Trade Representative, seperti dikutip National Public Radio AS.

Sedangkan di bagian kedua, Trump memasukkan produk sepeda motor dan perlengakapan teknik, senilai US$ 16 miliar. Tapi, Trump masih membuka sesi dengar pendapat untuk penerapan tarif tinggi di bagian kedua ini.

"Pertemanan yang hebat antara saya dan Presiden China Xi (Xi Jinping), serta hubungan negara dengan China adalah hal yang penting. Perdagangan antarbangsa, akan tetapi, sudah sejak lama tidak adil. Situsasi ini sudah tidak bisa diteruskan. Salah satunya, China selama ini sudah melakukan praktik tak adil terkait mengambil teknologi dan hak properti intelektual AS," berikut pengumuman Trump hari ini terkait penerapan tarif tinggi ini.

Dalam daftar senilai US$ 50 miliar, AS membidik produk teknologi China. Ada sekitar 1.300 produk yang diincar AS. Menurut Eurasia Group, pemerintah AS akan membidik produk-produk China yang diunggulkan dalam program global "Made in China 2025".

Trump saat ini tengah menyiapkan daftar produk China senilai total sampai US$ 100 miliar, jika China tak kunjung memperbaiki sikap dagangnya. Target Trump mengikis mayoritas defisit perdagangan dengan China yang mencapai US$ 375 miliar.

China hari ini dengan tegas mengingatkan akan mengambil langkah cepat jika AS memberlakukan tarif yang merugikan mereka. Negeri Tirai Bambu juga akan membalas mengenakan tarif tinggi pada barang impor AS mulai dari sorgum, kedelai, daging, sampai pesawat dan mobil.

Sekadar informasi, China membeli produk kedelai AS setiap tahunnya mencapai senilai US$ 14 miliar. Kebijakan pembalasan ini akan menyakitkan AS lantaran ekspor tersebut sekitar sepertiga dari ekspor pertanian AS.

"Jika AS mengambil langkah-langkah proteksionis sepihak, merugikakan kepentingan China, kami akan segera merespons dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi secara tegas hak kami yang adil dan sah," kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang hari ini, seperti dikutip Reuters. kbc10

Bagikan artikel ini: