BI masih belum puas kerek suku bunga acuan?

Sabtu, 16 Juni 2018 | 07:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan kembali menaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps). Hal ini menyusul kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS (The Fed)

"Menurut saya bisa menaikkan 25 basis poin lagi. Saya rasa tidak ada masalah menaikan suku bunga, karena kita lihat The Fed juga menaikkan (suku bunga acuan)," kata Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Infed), Aviliani di kediaman Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Jakarta, Jumat (15/62018).

Lebih lanjut, Aviliani mengatakan bahwa tidak perlu takut jika BI menaikan suku bunga, maka serta merta akan diikuti oleh kenaikan bunga kredit.

"Saya rasa tidak perlu takut dengan naiknya suku bunga kredit akan turun, bahwa nilai tukar stabil itu jauh lebih penting," katanya

"Kalau nilai tukar rupiah stabil, itu dari sisi suku bunga masih ada persaingan dari sisi suku bunga perbankan. Jadi, nggak otomatis suku bunga kredit naik. Dan persaingan antarbank menurut saya luar biasa. NIM (net interest margin) juga sudah jauh semakin tipis," imbuh Aviliani.

Dia mengatakan saat ini upaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah harus lebih didahulukan. Sebab stabilitas nilai tukar rupiah akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

"Kalau dilihat dari Pak Perry (Gubernur BI, Perry Warjiyo) ini kan yang penting jaga stabilitas dulu. Boleh sih pertumbuhan dengan stabilitas, tapi yang mana duluan. Pak Perry saya lihat menjaga stabilitas, nanti diikuti pertumbuhan. Saya rasa pasar mulai yakin BI sangat independen. Dan tidak selalu ikut pemerintah," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: