Kesejahteraan petani versus gaung swasembada pangan

Rabu, 20 Juni 2018 | 21:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Laju urbanisasi adalah salah satu faktor yang menyebabkan turunnya produktivitas pertanian di Indonesia. Semakin berkurangnya jumlah petani karena hijrah ke kota dianggap memengaruhi produksi komoditas pangan.

“Tantangan yang dihadapi para petani semakin banyak. Selain tingkat kesejahteraan yang rendah karena upah yang diterima juga rendah, mereka juga dihadapkan pada semakin berkurangnya luas lahan pertanian karena harus berhadapan dengan industrialisasi," ujar Kepala Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hizkia Respatiadi di Jakarta, Rabu (20/6/2018).

Berdasarkan data CIPS, pada 2014, sebanyak 54,8 juta orang bekerja di sektor pertanian. Jumlah tersebut sama dengan 34% dari total jumlah pekerja di Indonesia. Namun 34,3 juta di antaranya tergolong miskin atau rentan."Akhirnya generasi muda juga tidak mau menjadi petani karena melihat para pendahulunya bisa hidup sejahtera,” ujar Hizkia.

Kondisi tersebut tentu bertolak belakang dengan target pemerintah yang ingin mencapai swasembada pangan. Selain kestabilan harga pangan, kesejahteraan petani juga menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pembangunan ekonomi.

“Pemerintah harus mengatasi persoalan ini dengan solusi nyata yang bisa diimplementasikan. Tidak hanya cukup dengan memperluas lahan pertanian," tegasnya.

Menurutnya pemerintah harus memberikan edukasi untuk peningkatan kapasitas para petani dan juga penguasaan teknologi pertanian. Penguasaan teknologi pertanian, kata dia, sebaiknya juga diikuti dengan revitalisasi alat-alat pertanian.

Selain itu, Hizkia juga menilai pemerintah harus membenahi rantai distribusi pangan yang panjang. Panjangnya rantai distribusi membuat petani tidak bisa menikmati harga mahal komoditas yang ada di tingkat konsumen.

"Penerapan HPP beberapa komoditas juga hanya menguntungkan segelintir kelompok sementara petani tidak mendapatkan keuntungan dari hasil panennya." pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: