Lion Air masih pikir-pikir buka rute penerbangan ke negara Uni Eropa

Kamis, 21 Juni 2018 | 13:17 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Lion Air menyambut baik pencabutan larangan terbang oleh Uni Eropa bagi maskapai-maskapai asal Indonesia. Namun, Lion Air masih belum memutuskan untuk membuka penerbangan ke negara-negara di Benua Biru tersebut.

Corporate Communications Lion Air, Ramaditya Handoko menyatakan, sebenarnya secara personal, pencabutan larangan terbang oleh Uni Eropa bagi Lion Air telah dilakukan sejak 2016. Namun hingga saat ini Lion Air masih terus melakukan perhitungan bisnis untuk membuka penerbangan ke negara-negara Eropa.

"Sebenarnya sejak 2016 kita sudah dilepas EU banned, Lion dan Batik sudah lebih dulu. Cuma yang tahun ini secara keseluruhan (maskapai). Kita tidak ada masalah. Untuk pesawat wide body pun kita ada, dan bisa tambah lagi untuk terbang ke Eropa," ujar dia di Jakarta, Rabu (20/6/2018).

Dia menuturkan, sejumlah negara Eropa yang memiliki potensi market menjanjikan bagi jasa penerbangan antara lain Inggris, Perancis, Jerman dan Belanda. Selain menjadi tujuan wisata, negara-negara tersebut juga banyak menjadi tujuan masyarakat dunia termasuk Indonesia dalam hal pendidikan.

"Tidak jauh-jauh, pasti destinasi wisata, ke London, Paris, Berlin, Amsterdam, juga sekaligus untuk pendidikan kan banyak orang ke sana," lanjut dia.

Namun demikian, lanjut Rama, membuka penerbangan ke Eropa juga tidak mudah, terutama dari sisi perhitungan bisnis. "Masih perhitungan, karena tidak mudah juga untuk membuka ke sana. Harus ada perizinan bilateral, butuh beberapa kesiapan dokumen dan lain-lain,” kata dia.

"Sebenarnya bisa, cuma memang yang utama marketnya dulu. Kita sudah sedang mencari hubungan dengan agent-agent yang ada di Eropa untuk bisa bawa penumpang dari sana ke sini maupun sebaliknya," tambah dia.

Oleh sebab itu, Lion Air menyatakan belum menentukan waktu untuk membuka penerbangan ke Eropa. Selain itu, Lion Air juga masih fokus untuk menggarap pasar domestik dan ASEAN.

"Masih dalam studi, belum kelihatan tanggal jelasnya kapan. Kemungkinan ada untuk terbang ke sana, tapi belum pasti untuk tanggal mainnya. Kita fokus domestik dan ASEAN. ?Tapi adanya pencabutan larangan ini kabar baik buat dunia penerbangan Indonesia," tutur dia. kbc10

Bagikan artikel ini: