Ini strategi Shopee perkuat bisnis di Indonesia usai raih suntikan modal

Kamis, 21 Juni 2018 | 13:22 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Platform e-commerce Shopee mendapat suntikan modal untuk pengembangan bisnisnya dari induk perusahaannya, Sea Limited atau SE, sebesar US$575 juta.

Tambahan modal itu diterima dari hasil penjualan surat utang yang dikonversi menjadi saham (convertible notes) sebesar 2,25 persen hingga 2023.

"Sea berencana menggunakan dana yang didapat untuk memajukan pertumbuhan bisnis di kawasan, termasuk pertumbuhan platform e-commerce Shopee di pasar-pasar utama seperti Indonesia," kata Presiden Direktur sekaligus CEO Grup Sea, Forrest Li, melalui keterangan tertulis, Rabu (20/6/2018).

Li menjelaskan, awalnya Sea meningkatkan besaran penawaran dari, angka pertama senilai 400 juta dollar AS jadi 500 juta dollar AS.

Belakangan, Sea turut menawarkan opsi greenshoe sebesar 15 persen untuk para pembeli pertama yang kemudian membuat penawaran berkembang sampai 575 juta dollar AS.

Menurut Li, bisnis Shopee berkembang pesat, bahkan melebihi ekspetasi yang telah diukur sebelumnya. Perusahaan juga disebut dapat beroperasi lebih efisien yang sejalan dengan pertumbuhannya.

"Melalui tambahan dana untuk menyokong inovasi, kami percaya Shopee akan terus berkembang. Sejalan dengan ini, kami terus menyempurnakan fitur-fitur di platform, layanan, dan pilihan produk untuk menjawab kebutuhan dan permintaan pengguna di kawasan," tutur Chief Executive Officer Shopee, Chris Fang, secara terpisah.

Berdasarkan riwayat sejak awal tahun, Shopee mencatat perolehan gross merchandise value (GMV) sebesar 1,9 miliar dollar AS pada kuartal I 2018. Perolehan tersebut tumbuh 199,5 persen dibanding periode yang sama tahun 2017.

Adapun nilai GMV Shopee diproyeksi ada pada kisaran 8,2 hingga 8,7 miliar dollar AS sepanjang 2018. Proyeksi tersebut sekaligus mencerminkan pertumbuhan yang diperkirakan sekitar 99,4 persen sampai 111,5 persen dibanding tahun sebelumnya. kbc10

Bagikan artikel ini: