Jokowi ingin tol Merak-Banyuwangi beroperasi di 2019

Jum'at, 22 Juni 2018 | 16:54 WIB ET

PASURUAN, kabarbisnis.com: Presiden Republik Indonesia Joko Widodo berupaya melakukan percepatan pembangunan tol di seluruh Indonesia, salah satunya tol yang menghubungkan Merak hingga Banyuwangi. Ia berharap, tol yang dijuluki sebagai “Daendels Baru” tersebut diharapkan bakal tersambung dan beroperasi di 2019.

“Kita telah melihat satu persatu pembangunan jalan tol telah diselesaikan. Dan tadi Menteri PU sudah menyampaikan progres pembangunan tol pada bulan Juli, September hingga  Oktober. Dan dari Merak sampai Pasuruan sudah bisa beroperasi di akhir 2018 dan dilanjutkan ke Banyuwangi kita selesaikan di 2019,” ujar Presiden Joko Widodo saat meresmikan jalan Tol Gempol Pasuruan di pintu masuk Tol Pasuruan, Jumat (22/6/2018).

Jokowi juga berharap, dengan tersambungnya jalur Tol Merak-Banyuwangi tersebut maka mobilitas orang dan barang akan semakin mudah dan cepat. Sehingga biaya logistik bisa ditekan menjadi lebih murah karena waktu tempuh bisa lebih cepat.

“Dan dengan mengucap bismillahirrohmanirrohim, pada sore ini tol Gempol Pasuruan sepanjang 20,5 kilometer saya nyatakan resmi dibuka,” ucap Jokowi.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa jalan Rembang - Pasuruan merupakan salah satu ruas dari total 4 jalan tol yang bakal diresmikan. Pembangunan tol ini nantinya akan menghubungkan Gempol hingga Probolinggo. Selanjutnya, pada tahun mendatang diharapkan pembangunan dapat berlanjut dan mampu menghubungkan Merak hingga Banyuwangi. Jalan yang merupakan bagian dari Tol Trans Jawa tersebut ditargetkan selesai akhir tahun 2019.

Direktur Utama PT Transmarga Jawa Timur, Agus Purnomo mengungkapkan, Ruas jalan Rembang - Pasuruan merupakan bagian dari tol Gempol-Pasuruan. Tol ini memiliki panjang total 37,15 Km. Terdiri dari tiga seksi, yakni seksi 1 Gempol-Rembang sepanjang 13,9 km, seksi 2 Rembang-Pasuruan sepanjang 6,6 km dan seksi 3 Pasuruan-Grati, sepanjang 13,6 km.

“Dari tiga seksi jalan tol tersebut, masing-masing memiliki dua paket. Seksi 1 Gempol - Rembang terdiri dari ruas Gempol - Bangil dan Bangil - Rembang. Ruas Gempol - Bangil dengan kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk ini sudah beroperasi sejak 3 Agustus 2017. Sedangkan untuk ruas Bangil Rembang yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk beroperasi pada 31 Maret 2017,” terangnya.

Untuk seksi 2, terdiri dari dari ruas Rembang - Pasuruan dan Pasuruan - Karang Pandan. Selanjutnya seksi 3, yaitu Karang Pandan - Rejoso dan Rejoso - Grati. “Jadi Ruas Rembang - Pasuruan ini merupakan bagian dari tol Gempol - Pasuruan seksi 2. Kontraktornya adalah PT Hutama Karya (Persero) Tbk – PT Gorip Nanda Guna KSO,” ujar dia.

Ruas tol Rembang - Pasuruan dimulai dari Km 13+900 sampai 20+900. Dalam pengerjaannya, proyek yang memiliki nilai investasi lebih dari Rp 447,8 miliar ini terbentur sejumlah hambatan. Di antaranya, perubahan dari dua overpass menjadi satu box di Desa Curah Dukuh dan perubahan dari overpass menjadi underpass di Desa Sungikulon.

“Kendala lainnya adalah terkait pembebasan lahan. Ada sekitar 26 bidang lahan yang susah dibebaskan karena permasalahan sengketa lahan dan ahli waris. Ke-26 bidang itu berada di daerah Seloduku, Selotambak, Sungi Wetan dan Parasrejo,” ungkap Agus Purnomo.

Meski demikian, akhirnya proyek tersebut berhasil diselesaikan dengan baik. Pihaknya mengatakan, kendala-kendala itu bisa dihadapi berkat tanggung jawab dan komitmennya mendukung pemerintahan Presiden Jokowi dalam menggalakkan pembangunan infrastruktur.

“Dengan kerja keras, akhirnya hambatan itu bisa teratasi. Ini bukti komitmen kami mendukung visi pemerintah dalam pembangunan infrastruktur,” pungkasnya. kbc6

Bagikan artikel ini: