Diresmikan Jokowi, tol Gempol-Pasuruan segmen Rembang resmi beroperasi

Sabtu, 23 Juni 2018 | 16:52 WIB ET

PASURUAN, kabarbisnis.com: Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Gempol-Pasuruan Seksi II (Rembang-Pasuruan), Jumat (22/6/2018). Dalam meresmikan jalan tol sepanjang 6,6 Km ini, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Hery Trisaputra Zuna, dan Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Desi Arryani.

Diresmikannya Jalan Tol Gempol-Pasuruan ini menyusul terbitnya Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 389/KPTS/2018 tanggal 8 Juni 2018 tentang pengoperasian Jalan Tol Gempol-Pasuruan Seksi II (Rembang-Pasuruan).

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa dengan diresmikannya Jalan Tol Gempol-Pasuruan, maka dari Merak hingga Pasuruan sudah terhubung dengan jalan tol. “Pada sore hari ini, Tol Gempol-Pasuruan (Seksi II) sepanjang 6,6 Km saya nyatakan resmi dibuka,” ujar Presiden meresmikan.

Selain itu, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa pembangunan jalan tol, satu persatu telah diselesaikan. Menurutnya, jalan tol sangat krusial bagi pertumbuhan ekonomi karena dapat mempercepat arus distribusi barang dan jasa.

"Dengan adanya jalan tol ini, mobilitas orang, mobilitas barang, distribusi logistik, kemudian biaya logistik akan menjadi lebih murah karena lebih cepat,” jelasnya.

Terkait penentuan tarif tol, Jokowi menegaskan bahwa harus ada perbincangan dengan investor karena yang memvangun jalan tol adalah investor, baik investor dari kalangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun dari kalangan swasta. Oleh karena itu, Jokowi tidak ingin penentuan tarif justru akan merugikan investor.

“Yang perlu diingat, investasi ini dikerjakan investor, baik dari BUMN ataupun swasta. Jadi penentuan tarif jalan tol harus dibicarakan dengan mereka. Kita tidak ingin mereka dirugikan. Kita ingin Investor diuntungkan tetapi kita juga ingin masyarakat  juga diuntungkan. Artinya, dengan kecepatan distribusi barang, distribusi logistik, maka harga barang akan lebih murah. Semua negara dalam membangun infrastruktur itu arahnya kesana,” tegas Jokowi.

Dan yang harus ditekankan lagi menurutnya adalah bahwa pembangunan jalan tol harus sinergi dengan titik-titik pertumbuhan  ekonomi, seperti kawasan Industri, pelabuhan dan kawasan wisata. Sehingga jalan tol dibangun betul-betul memberikan manfaat, berguna untuk dunia usaha, industri dan pariwisata.

Keinginan yang sama juga diutarakan oleh Direktur Teknik dan Operasi PT Jasamarga Gempol Pasuruan Ari Wibowo. Dengan diresmikannya jalan tol ini diharapkan dapat meningkatkan geliat ekonomi di Provinsi Jawa Timur.

"Kami berharap dengan diresmikannya Jalan Tol Gempol-Pasuruan ini dapat memberikan sumbangan bagi perkembangan ekonomi di Jawa Timur, khususnya Pasuruan dan sekitarnya, dan dapat berdampak positif bagi taraf kehidupan masyarakat di Jawa Timur," harapnya. kbc6

Bagikan artikel ini: