Ada oknum oplos bawang merah dengan bombai, ini kata pedagang

Senin, 25 Juni 2018 | 09:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pedagang pasar mengungkapkan tingginya harga bawang merah menjadi pemicu oknum untuk mengoplos bawang merah lokal dengan bawang bombai mini.

Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansuri mengungkapkan harga bawang merah selama periode Ramadan dan Lebaran rata-rata bisa menyentuh angka Rp 40.000 per kilogram (kg). Sementara harga bawang bombai mini impor hanya setengahnya, sekitar Rp 20.000 per kg. "Selisih harganya jauh," kata Abdullah, Minggu (24/6/2018).

Abdullah menyatakan persoalan tersebut seharusnya bisa ditangani sejak dini dengan cara menelusuri faktor-faktor yang membuat harga bawang merah lokal melonjak.

"Ini sebenarnya harus dievaluasi sejak dini kenapa itu terjadi? karena memang harga bawang merah tinggi. Kenapa harga bawang merah tinggi? karena memang kita belum mampu meningkatkan produksi," ujarnya.

Abdullah menjelaskan, ketika permintaan sedang tinggi seperti saat momen Ramadan dan Lebaran seharusnya dibarengi dengan pasokan yang mencukupi agar stabilitas harga tidak terganggu.

"Ini kan persoalan supply dan demand sebenarnya, kalau supply-nya terganggu, demand tinggi ya otomatis harga akan bergejolak. Nah di saat harga bergejolak masuklah oknum - oknum yang mencoba mengoplos atau menjual bawang bombai dengan harga bawang merah lokal," kata dia.

Kendati demikian, Abdullan mengungkapkan bahwa oknum pengoplos jumlahnya tidak banyak. "Sebenarnya di pasar enggak banyak yang begitu, hanya satu dua oknum saja," kata dia.

Selain itu, Abdullah juga meyakini tidak akan ada yang tertipu sebab dilihat secara fisik saja bawang merah lokal dengan bawang bombai mini impor jauh berbeda.

"Sangat berbeda, kalau bawang bombai tuh agak kekuning-kuningan, kalau bawang merah lokal lebih merah dan lebih kecil," dia menandaskan. kbc10

Bagikan artikel ini: